Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
19 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
20 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
18 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
18 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
18 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Badminton
18 jam yang lalu
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Home  /  Berita  /  Basket

Israel Gempur Beirut, Warga Lebanon Berbondong-bondong Mengungsi ke Turki

Israel Gempur Beirut, Warga Lebanon Berbondong-bondong Mengungsi ke Turki
Salah satu bangunan di Beirut, Lebanon, terdampak serangan Israel DW (News)
Selasa, 01 Oktober 2024 07:48 WIB
JAKARTA - Kota Beirut, Lebanon semakin hancur karena terus menerus digempur pasukan Israel. Imbas serangan tersebut, ribuan warga Lebanon berbondong-bondong meninggalkan kampung halamannya.

Turki menjadi salah satu negara yang menjadi tempat pelarian sementara warga Lebanon saat ini. Ratusan warga Lebanon tiba di Istanbul pada Senin (30/9) demi menghindari serangan Israel.

"Semua penerbangan Middle East Airlines dari Beirut ke Istanbul terjual habis pada hari Senin," bunyi keterangan situs perusahaan dilansir Al Arabiya, Selasa (1/10/2024).

Sejumlah penerbangan ke Lebanon juga telah dibatalkan imbas gempuran tantara Israel di negara tersebut. Turkish Airlines dan Pegasus Airlines telah membatalkan penerbangan mereka ke Beirut dalam beberapa hari mendatang.

Aref Arhad (33), salah seorang warga Beirut, Lebanon, menjelaskan situasi di negaranya. Dia menyebut pesawat militer berlalu lalang di langit Kota Beirut.

"Situasi di Lebanon sangat buruk. Perang meningkat secara dramatis dan banyak pemboman terjadi di Beirut. Kami mendengar penerbangan (militer) sepanjang malam di langit," kata Aref.

Aref tiba di Istanbul pada Senin (30/9) melalui penerbangan maskapai Middle East Airlines. Dia berharap bisa segera kembali ke Lebanon saat negaranya kembali kondusif.

Salah seorang jurnalis asal Lebanon bernama Lina Diab juga memutuskan meninggalkan Lebanon dan mengungsi ke Turki. Dia mengaku kondisi di negaranya bisa membuatnya depresi.

"Kami tidak ingin hidup (dengan) stres, jadi saya lebih memilih datang ke Istanbul, tinggal sebentar, melihat apa yang akan terjadi," ujarnya.

"Mudah-mudahan kami segera kembali ke Lebanon," sambung Lina. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Basket
wwwwww