Ratusan Kilogram Sayur Mayur Berhasil Dipanen dari Lahan Urban Farming PT LRT Jakarta
![]() |
| Urban Farming di Depo LRT Jakarta. (Ist) |
Selasa, 01 Oktober 2024 09:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
PT LRT Jakarta berkomitmen dalam mendukung inisiasi penghijauan dan pertanian perkotaan yang berkelanjutan. Sebanyak 361, 74 kilogram sayur mayur telah berhasil dipanen dari lahan urban farming seluas 351 meter persegi di area Depo LRT Jakarta, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta, Aris Rizal Arafah mengatakan, di lahan pertanian perkotaan PT LRT Jakarta terdapat greenhouse yang dibuat pada 18 Januari 2024.
"Khusus dari greenhouse tersebut sudah berhasil 167,785 kilogram cabai bonita," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (1/10).
Aris menjelaskan, pengembang urban farming di lahan PT LRT mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta.
"Hasil dari pertanian ini tentu dapat dirasakan manfaatnya oleh insan LRT Jakarta maupun masyarakat umum di sekitar kawasan Depo LRT Jakarta," terangnya.
Menurutnya, keseriusan untuk menggarap lahan urban farming juga dilakukan dengan melibatkan ahli pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Muhamad Syukur.
"Kami terus berupaya mengoptimalkan proses budi daya tanaman, khususnya varian cabai bonita," ungkapnya.
Ia berharap, melalui kolaborasi ini dapat diperoleh bibit unggul, teknik perawatan yang tepat, serta dukungan terhadap pertanian perkotaan yang berkelanjutan.
"Melalui berbagai jenis sayuran dan buah-buahan yang ditanam di area depo, LRT Jakarta tidak hanya menghasilkan produk segar yang dapat dikonsumsi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan hijau yang sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs)," pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam upaya menjaga ketahanan pangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah meluncurkan sejumlah program strategis yang secara khusus berfokus pada program peningkatan produksi pangan lokal melalui urban farming dan hidroponik.
Selain itu, Pemprov DKI juga gencar melakukan diversifikasi pangan, serta meningkatkan pengawasan keamanan pangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi.
Melalui program urban farming di area Depo, LRT Jakarta berinovasi untuk memanfaatkan lahan secara produktif dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Fleksibilitas dari kegiatan urban farming memungkinkan masyarakat perkotaan untuk memanfaatkan lahan yang ada secara optimal.***
| Kategori | : | Ekonomi, DKI Jakarta |













