Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Kriminal

Mulyanto: Menteri Bahlil Agar Serius Evaluasi Rencana Ekspor Listrik EBET ke Singapura

Mulyanto: Menteri Bahlil Agar Serius Evaluasi Rencana Ekspor Listrik EBET ke Singapura
Pembina MITI, Mulyanto. (Ist)
Rabu, 09 Oktober 2024 09:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Rencana Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meninjau ulang izin ekspor listrik EBET ke Singapura agar dilaksanakan secara sungguh-sungguh, jangan cuma gertak sambal. Ini penting untuk menjaga kedaulatan energi nasional dan bukan sekedar upaya mengganti pemain dari kalangan kelompoknya sendiri.

Dalam siaran pers yang dikirim ke Redaksi Gonews.co Group, Rabu (9/10/2024), Pembina Masyarakat Ilmuwan Teknologi Indonesia (MITI), Mulyanto, menilai kebijakan ekspor EBET ke Singapura memang layak dibatalkan mengingat bauran energi alternatif di dalam negeri masih jauh dari target. Selain itu model kerjasama ekspor listrik EBET ini dinilai tidak adil bagi kepentingan masyarakat Indonesia.

Dengan ekspor EBET ini masyarakat Singapura yang menikmati listrik tapi masyarakat Indonesia yang harus merasakan dampak CO² yang ditimbulkan.

Anggota Komisi VII DPR RI Periode 2019-2024 itu menyebutkan bahwa pemanfaatan EBET di dalam negeri masih rendah. Dari potensi PLTS nasional yang sebesar 33 GW, baru dimanfaatkan secara domestik hanya sebesar 80 MW. Bandingkan dengan kapasitas PLTS yang dipersiapkan untuk proyek ekspor listrik ke Singapura ini, yang sebesar 600 MW, hampir sepuluh kali lipatnya.

“Saat kinerja EBT kita masih kedodoran, sebaiknya kita fokus pada kinerja domestik. Bukan malah sibuk memikirkan kebutuhan negara lain. Ini namanya salfok. Salah fokus,” sindir Mulyanto.

Mulyanto minta di sisa masa jabatannya Bahlil serius dan sungguh-sungguh menata ulang aturan pemanfaatan EBET dalam rangka penguatan cadangan energi nasional. Pengembangan teknologi energi sebaiknya harus ditujukan untuk kepentingan nasional sebelum dipakai untuk kepentingan orang lain.

"Daripada sibuk ekspor listrik untuk kepentingan negara lain, lebih baik mengejar target bauran EBET dalam negeri yang angkanya masih stagnan di kisaran 30 persen. Padahal deadline target terus berjalan," tegas Mulyanto.

Sebelumnya, dalam acara Green Initiative Conference 2024 yang diadakan beberapa waktu lalu, Bahlil mengutarakan niatnya mengevaluasi kebijakan ekspor EBET ke Singapura. Bahlil menganggap ekspor EBET dapat mempengaruhi daya saing dan dan keunggulan komparatif nasional dan pada saat yang sama justru menguntungkan negara lain. Karena itu ia bermaksud meninjau ulang kebijakan izin ekspor EBET ke Singapura. ***

wwwwww