Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
24 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
3
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
23 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Badminton
23 jam yang lalu
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Darius Sinathrya Sindir Permintaan Bahrain Tanding dengan Timnas Indonesia di Zona Netral

Darius Sinathrya Sindir Permintaan Bahrain Tanding dengan Timnas Indonesia di Zona Netral
Presenter dan aktor Darius Sinathrya. (Instagram)
Kamis, 17 Oktober 2024 21:53 WIB
Penulis: Mambang Yazid

JAKARTA - Darius Sinathrya, presenter dan aktor yang juga dikenal sebagai pengamat sepak bola, kembali membuat pernyataan menarik terkait dunia sepak bola internasional. Kali ini, ia menyoroti permintaan Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) yang mengajukan permohonan agar pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Timnas Indonesia dipindahkan ke zona netral.

Dalam unggahan di akun Instagram dan Twitter pribadinya, Darius Sinathrya menyampaikan sindiran halus terhadap langkah tersebut.

Permintaan Bahrain yang dipublikasikan pada Rabu 16 Oktober 2024 itu muncul setelah netizen Indonesia ramai-ramai menyerang di media sosial. Serbuan komentar pedas tersebut dilatarbelakangi oleh kekecewaan terhadap keputusan wasit Ahmed Al Kaf dalam laga yang berakhir imbang 2-2 di Bahrain National Stadium. Namun, bagi Darius Sinathrya, permintaan Bahrain untuk mengubah lokasi pertandingan lebih mencerminkan kekhawatiran mental daripada sekadar masalah keamanan.

Darius Sinathrya mengakui bahwa komentar netizen Indonesia sering kali berlebihan. Namun, ia juga menegaskan bahwa netizen Indonesia mudah memaafkan kesalahan jika situasinya ditangani dengan baik.

"Jempol mereka kadang-kadang enggak ada limit," tulis Darius, "tapi percayalah, mereka itu gampang banget tersulut dan disulut. Tapi mereka juga pemaaf yang baik dan cenderung cepat lupa, dibaikin dikit juga sudah woles lagi," tambah Darius Sinathrya.

Lebih lanjut, Darius Sinathrya menyatakan bahwa permintaan resmi BFA untuk memindahkan lokasi pertandingan hanya akan memperkeruh suasana dan menjadi "bahan bakar" bagi netizen Indonesia.

Darius Sinathrya mengingatkan bahwa tim drag Thailand pernah menghadapi situasi serupa dua tahun lalu, namun setelah meminta maaf dan menunggu beberapa bulan, mereka bisa bertanding di Indonesia tanpa masalah.

"Keamanan tim Bahrain pasti terjaga, tapi kalau soal enggak bisa tidur di hotel dan teror sepanjang pertandingan, ya nikmati saja. Anggap itu jamuan istimewa buat nambah pengalaman dan uji mental kalian," tambah Darius Sinathrya dengan nada sindiran.

Dalam unggahannya, Darius Sinathrya seolah menyindir ketakutan Bahrain sebagai cerminan kelemahan mental. Baginya, pertandingan tandang, apalagi di negara yang fanatisme sepak bolanya tinggi seperti Indonesia, adalah bagian dari ujian mental yang harus dihadapi oleh setiap tim nasional.

"Kalau cuma soal komentar netizen, rasanya terlalu berlebihan untuk minta pindah lokasi. Bukankah ujian mental seperti ini yang membuat sepak bola semakin menarik?" ungkap Darius Sinathrya.

Darius Sinathrya juga yakin bahwa Timnas Indonesia, sebagai tuan rumah, pasti akan menjamin keamanan tim Bahrain dengan standar profesional. Meski demikian, ia menyindir bahwa teror dari suporter dan suasana pertandingan yang panas tidak bisa dihindari. Baginya, itu semua bagian dari "bumbu" yang membuat pertandingan tandang lebih menantang.

Di akhir pernyataannya, Darius Sinathrya mengirimkan pesan kuat kepada Timnas Bahrain dan BFA, hadapi tantangan, jangan lari darinya. Baginya, jika Bahrain memang tim yang kuat, mereka seharusnya tidak perlu takut menghadapi tekanan baik dari netizen maupun suporter di stadion.

"Bukankah mental juara itu lahir dari tekanan yang besar? Kalau kalian takut sebelum bertanding, lantas bagaimana kalian mau bersaing di Piala Dunia?" tulis Darius Sinathrya.

Sindiran ini tidak hanya ditujukan kepada Bahrain, tetapi juga kepada seluruh tim yang meragukan mentalitas mereka ketika menghadapi atmosfer sepak bola Indonesia. ***

wwwwww