Teguh Setyabudi Dipercaya Jokowi Jabat Pj Gubernur DKI Jakarta
![]() |
| Dirjen Dukcapil Kemendagri RI, Teguh Setyabudi |
Kamis, 17 Oktober 2024 10:37 WIB
Penulis: Riyan
Penulis: Riyan
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) RI, Teguh Setyabudi resmi ditunjuk Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.
Penetapan Teguh menggantikan Heru Budi Hartono yang habis masa jabatannya 17 Oktober 2024 mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 125P tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Penjabat Gubernur DKI Jakarta.
Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana membenarkan, Presiden Jokowi telah menandatangani Keppres Nomor 125P, tertanggal 16 Oktober 2024, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Penjabat Gubernur DKI Jakarta.
"Pada Keppres tersebut, Presiden memberhentikan dengan hormat bapak Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta dan mengangkat bapak Teguh Setyabudi sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (17/10).
Untuk diketahui, Teguh Setyabudi dilahirkan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada 8 Maret 1967. Dia merupakan anak keempat dari sembilan bersaudara pasangan Drs. H. Kardoyo (almarhum) dan Ibu Hj. Sulastri (almarhumah).
Sejak kecil Teguh dibesarkan di lingkungan pendidikan. Sebab, kedua orang tuanya adalah guru. Pendidikan dari TK sampai dengan SMA ditempuh di kota kelahirannya Purwokerto. Sejak SD sampai dengan SMA, Teguh selalu menjadi bintang di sekolahnya karena selalu berada dalam rangking 1 sampai 3.
Namun, Teguh bukan hanya berprestasi di dunia akademis, tapi juga aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler baik di Pramuka, OSIS maupun Badan Perwakilan Murid.
Pada tahun 1981, Teguh menjadi salah satu siswa SMP yang menjadi perwakilan dari daerahnya untuk mengikuti Jambore Nasional Pramuka di Cibubur, Jakarta.
Selepas lulus SMA pada tahun 1986 di Purwokerto, ia melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi dan diterima di Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Di perguruan tinggi, sosok Teguh Setyabudi juga terus moncer bersinar. Dia bukan cuma cerdas di dunia akademis yang bisa dilihat dari Indeks Prestasi (IP) yang diraihnya, tetapi juga aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler. Yakni di Korps Mahasiswa Ilmu Pemerintah (Komap Fisipol UGM) maupun di Senat Mahasiswa Fisipol UGM.
Pada tahu 1987 sampai 1988 dia menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fisipol UGM. Pengalaman dalam dunia akademis maupun dalam kegiatan ekstra kurikuler menjadikan dirinya berpengalaman dalam kegiatan organisasi dan mudah cair dalam berbagai pergaulan.
Setelah 3,5 tahun menjabat sebagai Kepala Biro Umum Kementerian Dalam Negeri, pada akhir tahun 2013, Teguh Setyabudi mendapat mutasi dan menduduki jabatan sebagai Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus pada Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri.
Pada saat menduduk jabatan inilah, dia mendapat pengalaman yang betul-betul riil terkait berbagai implementasi kebijakan dan isue isue politik khususnya yang terkait penataan daerah dan otonomi khusus di daerah.
Pada tahun 2015, saat dibuka open recruitment (seleksi terbuka) untuk beberapa Jabatan Tinggi Madya (eselon I) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi ikut mendaftar sebagai calon Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM}.
Setelah melalui rangkaian seleksi, dia menduduki 3 besar terbaik. Tak heran pada Februari 2016, dia dilantik sebagai Kepala BPSDM Kemendagri. Teguh dilantik sebagai pejabat eselon I pada saat usia masih relatif muda yaitu menjelang 49 tahun.
Sebagai Kepala BPSDM Kemendagri, Teguh banyak melakukan pembenahan baik internal maupun eksternal.
Dengan dukungan dan arahan dari Menteri Dalam Negeri, di era dia sebagai Kepala BPSDM banyak kebjakan yang telah dikeluarkan. Fokus garapan yang diprioritaskan antara lain adalah bahwa setiap ASN Pemerintahan Dalam Negeri di dalamnya masuk seluruh ASN daerah harus mampu memahami dan menguasai kompetensi pemerintahan.
Selanjutnya pada tahun 2018 mendapat amanah dan kepercayaan untuk mengemban tugas sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara. Pada tanggal 19 Februari 2018 Teguh Setyabudi dilantik sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara.
Menjelang pilkada Sultra Tahun 2018 yang dikhawatirkan akan rawan konflik ternyata bisa berlangsung dengan lancar, aman, damai dan sukses.
Demikian juga dengan tugas di bidang pemerintahan dan pembangunan bisa berjalan dengan lancar dan baik. Selama menjadi Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara seluruh kabupaten/kota yang berjumlah 17 daerah bahkan dia kunjungi semua, baik yang harus lewat darat, laut maupun udara.
Pada 5 September 2018 dengan dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara yang definitif, Teguh Setyabudi mengakhiri tugasnya sebagai Penjabat Gubernur di sana.
Pada tahun 2020 Teguh Setyabudi berhasil menyelesaikan studi S-3nya dan memperoleh gelar Doktor Ilmu Pemerintahan di Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan predikat cumlaude.
Disertasi yang disusun juga sangat menarik, yakni tentang pilkada langsung yang berjudul "Analisis Dinamika Pemilihan Langsung Gubernur dan Wakil Gubernur – Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Tenggara".
Isi disertasi tersebut merupakan hasil penelitian dan pengalaman langsung Teguh Setyabudi pada saat menjadi Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara yang berhasil mengawal penyelenggaraan pilkada di Sulawesi Tenggara tahun 2018 dengan sukses.
Pada tahun 2020 pada saat pelaksanaan pilkada serentak di masa pandemi covid-19, Teguh dipercaya kembali untuk memimpin daerah yaitu sebagai Pjs. Gubernur Kalimantan Utara, dan amanah itu pun bisa dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab.***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Voli, DKI Jakarta |













