Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
20 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
20 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
19 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
19 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
19 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Badminton
19 jam yang lalu
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Mochamad Yasin, Ayahanda Rizki Juniansyah Tutup Usia, Okto: Kita Kehilangan Tokoh Angkat Besi

Mochamad Yasin, Ayahanda Rizki Juniansyah Tutup Usia, Okto: Kita Kehilangan Tokoh Angkat Besi
Mochamad Yasin dan Rizki Juniansyah. (Ist)
Jum'at, 18 Oktober 2024 21:19 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BANTEN - Dunia olahraga Indonesia kehilangan tokoh olahraga angkat besi Mochamad Yasin yang merupakan ayahanda lifter peraih medali emas Olimpiade 2024 Paris. Mantan atlet angkat besi ini meninggal dunia pada usia 58 tahun di kediamannya di Cipocok, Serang, Banten, Jumat (18/10/2024).

Dari informasi yang dihimpun, Almarhum meninggal dunia sekitar pukul 15.26 WIB akibat kecelakaan di Jalan Raya Ciomas-Mandalawangi, Desa Panyaungan Jaya, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten. Semasa hidupnya, pria kelahiran Bandung, 28 Maret 1966 itu tercatat sebagai atlet angkat besi peraih perunggu di kelas 82kg di SEA Games 1984 di Bangkok, Thailand dan SEA Games 1987 Indonesia.

“Innalilahi wa'innailahi rojiun. NOC Indonesia ikut belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya ayahanda Rizki Juniansyah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari.

Berpulangnya Mochamad Yasin, yang akrab dipanggi Pedro meninggalkan duka yang mendalam bagi olahraga Indonesia khususnya cabang olahraga angkat besi.  “Kita kehilangan tokoh angkat besi yang sukses menjadikan anaknya Rizki Juniansyah sebagai pencetak sejarah peraih medali emas pertama saat Olimpiade Paris 2024,” ujar Okto.

Ucapan belasungkawa juga dilontarkan Mantan Manajer Tim Angkat Besi Olimpiade Rio de Janeiro 2016 Alamsyah Wijaya. “Ya, Pedro itu sangat berperan dalam menjadikan Rizki Juniansyah sukses meraih medali emas di Olimpiade 2024 Paris. Sejak kecil Rizki dididiknya menjadi atlet dan saat tampil di Olimpiade pun Pedro lah yang mengatur strategi angkatannya. Kini, saya kehilangan sahabat yang juga adik kelas saya di SKO Ragunan Jakarta,” kata Alamsyah.

Kabar duka juga sampai pada peserta sosialisasi Olympism Spirit yang digelar Indonesia Olympian Association (IOA) di Hotel Merlyn Park Jakarta. “Seluruh Olympian yang hadir di acara sosialisasi Olympism Spirit mengucapkan duka dan sempat mengheningkan cipta atas kepergian ayahanda Rizki Juniansyah,” kata mantan atlet angkat besi nasional Patmawati Oly dan Maman Suryaman Oly.  

“Ya, saya juga mengucapkan belasungkawa yang mendalam mengingat alamrhum adalah pelatih yang sangat teachable terhadap ilmu kepelatihan angkat besi. Selamat Jalan Pedro,” kata Oly Hadi Wihardja, Kabid Binpres PP PABSI.  

Almarhum Ayah Pedro meninggalkan 4 orang putra-putri, diantaranya mantan atlet angkat besi Rizka yang juga Istri dari mantan atlet angkat besi, Triyatno yang juga sebagai pelatih Rizki Juniansyah.***

wwwwww