Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Hiburan

Tasya Farasya Terapkan Aturan Ketat dalam Kerjasama dengan Brand Skincare

Tasya Farasya Terapkan Aturan Ketat dalam Kerjasama dengan Brand Skincare
Tasya Farasya. (Instagram)
Sabtu, 19 Oktober 2024 19:30 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Tasya Farasya, salah satu beauty influencer terkemuka di Indonesia, mengambil langkah signifikan dalam dunia endorsement skincare, menyusul kontroversi overclaim yang ramai dibicarakan di media sosial. Isu ini memunculkan kekhawatiran publik mengenai keabsahan klaim beberapa produk skincare yang dinilai berlebihan.

Merespon hal ini, Tasya Farasya dengan tegas menyatakan komitmennya terhadap transparansi dan akurasi dalam setiap ulasan produk yang ia bagikan.

Dalam unggahan Instagram terbarunya, Kamis (17/10/2024), Tasya Farasya mengklarifikasi bahwa semua produk yang ia review telah lulus uji dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang seharusnya memastikan klaim yang dibuat oleh brand sesuai dengan standar keamanan dan efektivitas.

"Semua produk yang saya review adalah produk yang telah lulus uji BPOM," ujar Tasya Farasya, menegaskan bahwa klaim produk tersebut sudah diverifikasi oleh otoritas yang berwenang.

Namun, Tasya Farasya tidak berhenti di situ. Sebagai bentuk tanggung jawab lebih lanjut kepada para pengikutnya, ia juga memastikan untuk mencoba produk tersebut selama satu bulan sebelum memberikan ulasan mendalam.

"Aku menggunakan produk tersebut selama SATU BULAN untuk memberikan ulasan yang lebih menyeluruh," tambah Tasya Farasya, memastikan bahwa pengalamannya dengan produk benar-benar mencerminkan hasil yang dirasakan pada kulitnya sendiri.

Langkah ini dilakukan Tasya Farasya di tengah meningkatnya kritik terhadap para influencer yang dinilai kurang selektif dalam memilih produk yang mereka endorse, terutama terkait klaim berlebihan dari brand tertentu.

Di sisi lain, Tasya Farasya juga memperjelas perbedaan antara ulasan mendalam dan kesan pertama (first impression). Menurutnya, jika ada produk yang hanya diulas satu kali, hal tersebut menandakan bahwa produk tersebut tidak sepenuhnya cocok di kulitnya.

Menanggapi lebih lanjut isu overclaim, Tasya Farasya mengumumkan adanya aturan baru yang ia terapkan dalam kerjasama dengan brand skincare. Tidak hanya memastikan produk lulus uji BPOM, ia juga akan meminta hasil uji laboratorium sebagai jaminan tambahan.

"Ini saya lakukan demi keamanan dan kenyamanan semua audiens," ungkapnya. Dengan langkah ini, Tasya Farasya berharap ulasan produknya akan semakin transparan dan memberikan panduan yang lebih jelas bagi para pengikutnya.

Di balik semua upayanya, Tasya Farasya juga mengingatkan para pengikutnya untuk tetap setia pada produk yang cocok bagi kulit masing-masing.

"Kalian kalo udah nemu produk rekomendasi aku yg cocok di kalian, stick to that products is fine!" tulis Tasya Farasya dalam caption unggahan tersebut.

Keputusan Tasya Farasya ini disambut positif oleh para pengikutnya, yang merasa lebih dihargai dengan adanya upaya untuk menjaga keaslian informasi yang disampaikan.

Langkah ini juga dinilai sebagai terobosan penting dalam industri kecantikan, yang kerap kali dibayangi oleh klaim produk yang tidak sesuai dengan kenyataan. ***

wwwwww