Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Masyarakat Tenis Meja Indonesia Pasti Dukung Pendirian Organisasi Baru Yang Disebut Menpora Dito

Masyarakat Tenis Meja Indonesia Pasti Dukung Pendirian Organisasi Baru Yang Disebut Menpora Dito
Menpora Dito saat acara peresmian BAKI sebagai badan arbitrase tunggal di Tanah Air. (Kemenpora.go.id)
Minggu, 20 Oktober 2024 16:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - "Tak ada alasan masyarakat tenis meja Indonesia  menolak pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo yang menyebut akan adanya organisasi baru tenis meja. Tak ada juga alasan masyarakat tenis meja untuk menolak keputusan Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) yang mendukung keputusan Menpora Dito."

Kalimat itu dilontarkan tokoh tenis meja Indonesia sekaligus pendiri Liga Tenis Meja Singgih Yehezkiel saat dihubungi Minggu, 20 Oktober 2024. Alasannya, masyarakat tenis meja sudah lelah dengan dualisme yang terjadi di organisasi tenis meja yang tak berujung.

"Bukan hanya saya tetapi seluruh masyarakat tenis meja pasti akan mendukung pernyataan Menpora Dito yang menyebut akan ada pendirian organisasi baru. Dan, saya juga pastikan keputusan BAKI yang hanya mengakui organisasi baru tersebut 1000 persen didukung apalagi KOI dan KONI sudah mengakui dan mendukung keberadaannya sebagai badan tunggal arbitrase di Tanah Air," kata Singgih Yehezkiel.

"Kalau ada yang menyebut akan muncul tigalisme organisasi itu tidak perlu dikhawatirkan. Perlu dicatat, organisasi olahraga itu tidak ada artinya tanpa ada dukungan dari masyarakatnya. Begitu juga PP PTMSI dan PB PTMSI yang 13 tahun berpolemik tanpa ada yang mengalah," tambahnya.

Menurut Singgih Yehezkiel, bilamana ada penolakan atau kekhawatiran muncul tigalisme organisasi itu jelas menunjukkan bukan masyarakat tenis meja yang menjungjung tinggi sportifitas.

"Kalau berpikir demi kemajuan tenis meja Indonesia pasti tidak akan memikirkan pribadi atau kelompoknya tetapi lebih mengutamakan kepentingan Indonesia," tegas ayah GMW Irene Kharisma.

GoNews.co Singgih Yehezkiel. (Dok.Pribad
Singgih Yehezkiel. (Dok.Pribadi)

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo didampingi Sesmenpora Gunawan Suswantoro menyebut bahwa, pembentukan Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) menjadi badan penyelesaian sengketa olahraga tunggal di Indonesia.

"Saya menyambut baik terbentuknya BAKI, sebagai badan arbitrase keolahragaan tunggal di Indonesia. Pembentukan BAKI adalah langkah maju yang tidak hanya memenuhi amanat UU, tapi menegaskan komitmen terhadap kepastian hukum di dunia olahraga," kata Menpora Dito.

Menurut Menpora Dito, terbentuknya BAKI adalah sebagai hasil kesepakatan seluruh stakeholder keolahragaan, baik KONI, KOI, NPCI, KORMI, BAORI, BAKI, organisasi olahraga fungsional, dan organisasi olahraga profesional setelah dialog panjang sejak tahun 2023.

"Tantangan terbesar dalam penyatuan lembaga arbitrase keolahragaan tunggal adalah faktor historis dan karakteristik perkara yang ditangani," imbuhnya.

Menpora Dito melanjutkan, sebelumnya terdapat dua forum penyelesaian sengketa olahraga yakni BAKI yang pendiriannya diinisiasi oleh KOI, dan BAORI yang berada di bawah KONI. Bahkan, terdapat sengketa di bidang olahraga yang justru dibawa ke pengadilan negeri atau pengadilan tata usaha negara.

"Pada pelaksanaannya nantinya, Pak Ganie selaku Ketua BAKI juga harus mengakomodir teman-teman BAORI dalam pembentukan kepengurusan, tentunya dengan tanpa mengorbankan profesionalitas dan kapabilitas arbiter-arbiter BAKI nantinya," pesannya.

Terkait pendirian BAKI ini, Ketua KONI Pusat Marciano Norman memberikan dukungan penuh dan apresiasi tinggi kepada pemerintah dan Kemenpora atas keputusan peresmian BAKI.

"Saya sangat senang mendengar bahwa BAKI adalah satu-satunya badan arbitrase keolahragaan tunggal di Indonesia. Dan dalam prosesnya nanti juga akan melibatkan BAORI. Saya berterima kasih jika nanti Ketua BAKI memberi kesempatan anggota BAORI untuk bisa menjadi bagian dari BAKI," ujarnya.

"Saya siap mendukung dan mari kita sama-sama jadikan BAKI ini benar-benar sebagai satu-satunya badan arbitrase keolahragaan yang menyelesaikan sengketa-sengketa olahraga di Indonesia. Selamat bekerja kepada BAKI," paparnya.

"Kami dari KOI juga sangat siap untuk bekerjasa sama dengan BAKI untuk melanjutkan pembinaan dan menjaga prestasi keolahragaan Indonesia semakin tinggi lagi," imbuh Ketua KOI Raja Sapta Oktohari. ***

wwwwww