Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
17 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
17 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
16 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
16 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Sakhi Raih 4 Medali, DAD Archery Juara Umum Panahan Jakarta Series 2 Tahun 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Sakhi Raih 4 Medali, DAD Archery Juara Umum Panahan Jakarta Series 2 Tahun 2026
6
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Home  /  Berita  /  Hiburan

Hasil Otopsi Temukan Obat Terlarang dalam Tubuh Liam Payne

Hasil Otopsi Temukan Obat Terlarang dalam Tubuh Liam Payne
Liam Payne. (instagram)
Rabu, 23 Oktober 2024 18:49 WIB
Penulis: Mambang Yazid

JAKARTA - Dunia musik berduka dengan kabar meninggalnya musisi Liam Payne pada 16 Oktober 2024 lalu di Hotel Casa Sur Palermo, Buenos Aires, Argentina. Dari sebuah sumber, ditemukan sejumlah obat-obatan terlarang dalam tubuhnya.

Menurut laporan yang dikutip dari People pada Senin, 21 Oktober 2024, sebuah sumber mengonfirmasi kepada ABC News bahwa sejumlah obat-obatan terlarang, termasuk kokain merah muda, ditemukan di tubuh Payne saat sebagian proses autopsi dilakukan.

Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa tim forensik menemukan pipa aluminium yang diduga digunakan Payne untuk menyalahgunakan zat narkotika di kamar hotelnya. 

Penemuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Payne berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang saat terjadinya insiden. Bahkan, manajer hotel telah melakukan panggilan darurat ke 911, melaporkan bahwa Payne telah merusak seluruh isi kamar hotel akibat pengaruh narkotika dan alkohol. “Seorang tamu yang kewalahan dengan obat-obatan terlarang dan alkohol, dia merusak seluruh kamar dan, ya, kami butuh bantuan segera," ujar sang manajer dalam laporannya.

Pihak berwenang Argentina pada 17 Oktober 2024 mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut bahwa Payne sendirian saat terjatuh dari balkon dan tengah mengalami “semacam episode” akibat penyalahgunaan zat. Autopsi mengungkapkan bahwa cedera yang dialami Payne, termasuk trauma kepala parah dan perdarahan internal serta eksternal di beberapa bagian tubuh, cukup untuk menyebabkan kematiannya.

Kamar hotel yang ditempati Payne dilaporkan dalam kondisi “kacau total” oleh pihak kepolisian yang menyelidiki tempat kejadian perkara. Hingga saat ini, jenazah Payne masih berada di Argentina menunggu selesainya proses autopsi lengkap sebelum dipulangkan.

Kepergian Payne yang mendadak dan tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar dan orang-orang terdekatnya. Pihak keluarga serta penggemar di seluruh dunia kini menantikan informasi lebih lanjut terkait hasil penyelidikan resmi dari otoritas setempat. ***

wwwwww