Liam Gallagher Bela Keputusan Oasis Gaet Richard Ashcroft
![]() |
| Liam Gallagher. (Instagram) |
Penulis: Mambang Yazid
Setelah spekulasi panjang tentang siapa yang akan mendampingi mereka di panggung, band legendaris ini akhirnya mengonfirmasi bahwa Ashcroft, mantan vokalis The Verve, akan menjadi tamu spesial dalam tur "Oasis Live '25" yang akan menggebrak Inggris dan Irlandia. Ashcroft dijadwalkan tampil di beberapa venue ikonis, termasuk tujuh konser di Stadion Wembley, London, serta lima di Heaton Park, Manchester.
Namun, berita ini ternyata tak diterima baik oleh semua penggemar. Sebagian besar berharap Oasis memberikan panggung bagi band-band muda yang tengah bersinar seperti Fontaines DC atau The Courteeners, yang sempat ramai dispekulasikan di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Liam Gallagher dengan gaya blak-blakan yang khas merespon melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter). "Kepada semua yang mengeluh karena kami tidak mendukung band-band muda, ada tingkatan dalam permainan ini, dan saya khawatir 99 persen dari kalian salah besar," tulisnya, menegaskan bahwa keputusan mereka bukan tanpa alasan.
Bagi Richard Ashcroft sendiri, kesempatan untuk membuka konser Oasis bukan sekadar penampilan biasa. Dia mengaku telah lama menjadi penggemar Oasis sejak awal karir mereka. "Saya sangat bersemangat ketika mendengar kabar kembalinya Oasis. Lagu-lagu Noel dan energi murni Liam selalu menjadi inspirasi dalam menciptakan karya terbaik saya," ungkap Ashcroft.
Meskipun demikian, band-band yang disebut-sebut akan tampil seperti Fontaines DC justru merasa tidak tertarik dengan reuni Oasis. Dalam wawancara dengan Studio Brussel, Carlos O'Connell dan Conor Deegan III dari Fontaines DC secara terang-terangan menyatakan ketidakpedulian mereka terhadap kembalinya Oasis. "Jujur saja, saya tidak peduli," ucap O'Connell, sementara Deegan menambahkan bahwa nostalgia seperti ini membuat dunia musik terjebak di masa lalu dan mengabaikan inovasi baru.
Reaksi beragam ini mencerminkan dilema yang sering dihadapi musisi legendaris seperti Oasis. Di satu sisi, mereka dianggap sebagai ikon yang membentuk generasi. Namun di sisi lain, penggemar musik modern mengharapkan perubahan dan regenerasi. Apakah pilihan Oasis untuk merangkul nostalgia justru menjadi kekuatan, atau malah memperlambat kemajuan musik? Hanya waktu yang akan menjawab.
Satu hal yang pasti, tur reuni Oasis tahun depan akan menjadi salah satu momen terbesar dalam musik, membawa perdebatan antara nostalgia dan inovasi ke depan panggung, sambil memuaskan penggemar lama yang telah menunggu bertahun-tahun. ***
| Kategori | : | Hiburan, DKI Jakarta |













