Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
19 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
20 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
18 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
18 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
18 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Badminton
18 jam yang lalu
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Suwandewi Jadi Atlet Indonesia Pertama Indonesia Debut di Liga Profesional Australia

Suwandewi Jadi Atlet Indonesia Pertama Indonesia Debut di Liga Profesional Australia
Ni Made Putri Suwandewi bergabung dengan klub Perth Scorchers. (Dok. PP PCI)
Minggu, 27 Oktober 2024 02:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ni Made Putri Suwandewi mencetak sejarah sebagai atlet pertama asal Indonesia yang bergabung dengan klub Perth Scorchers untuk kompetisi Women’s Big Bash League (WBBL) musim 2024-2025. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan besar, tidak hanya bagi Suwandewi sendiri, tetapi juga bagi dunia olahraga Indonesia, terutama dalam perkembangan cricket yang semakin pesat di Tanah Air.

Suwandewi, yang akrab disapa Tori, merupakan salah satu hasil pembinaan intensif dari Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI). Lewat program pelatihan dan kompetisi berjenjang yang diadakan PCI, Suwandewi mampu berkembang menjadi pemain serba bisa dengan kemampuan yang teruji di level internasional.

Konsistensi PP PCI dalam membina atlet putri di cabang olahraga yang masih berkembang ini telah membuka jalan bagi banyak pemain muda, termasuk Suwandewi, untuk meraih mimpi dan berprestasi di kancah dunia.

Suwandewi membuktikan kemampuannya dengan catatan impresif dalam 42 pertandingan T20I, di mana ia meraih 49 wicket dengan rata-rata 8,18 per wicket dan tingkat ekonomi 2,97 per over. Salah satu momen puncaknya terjadi ketika ia mencatatkan 5/8 melawan negara Asia Tenggara, memperkuat reputasinya sebagai bowler andal dalam menghadapi tekanan.

Dalam pernyataannya, Suwandewi mengungkapkan kebahagiaannya bisa bergabung dengan Perth Scorchers dan menyebut WBBL sebagai kompetisi yang telah lama diimpikannya.
“Saya sangat bersemangat bergabung dengan Perth Scorchers menjelang WBBL|10, salah satu kompetisi T20 terbaik di dunia. Scorchers adalah klub yang sangat sukses, dan saya tak sabar untuk bekerja bersama tim serta pelatih musim ini,” ujarnya dengan penuh antusias.

Ia berharap kesempatan ini tidak hanya memperkaya pengalamannya tetapi juga membawa kebanggaan bagi Indonesia serta membuka jalan bagi atlet-atlet muda lainnya.

Langkah besar ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara WA Cricket dan PP PCI. Dalam beberapa tahun terakhir, PCI telah bekerja keras mengembangkan cricket di Indonesia dengan fokus pada pembinaan pemain putri. Upaya ini meliputi peningkatan kualitas pelatihan, pengadaan kompetisi, serta penyediaan fasilitas olahraga.

Lewat berbagai inisiatif ini, PP PCI berhasil mencetak atlet-atlet unggul yang berpotensi bersaing di level internasional, termasuk Suwandewi. Kerja sama dengan WA Cricket semakin memperkuat upaya ini, dengan komitmen untuk mendukung pengembangan cricket di Indonesia selama 18 bulan ke depan.

Menurut Kade Harvey, General Manager Perth Scorchers, perekrutan Suwandewi bukan hanya memperkuat tim, tetapi juga memperdalam hubungan strategis antara Australia dan Indonesia. “Langkah ini membuktikan bahwa cricket adalah olahraga yang semakin inklusif, di mana atlet dari negara-negara berkembang juga bisa bersaing di liga profesional elit,” ujar Harvey.

Pelatih kepala Perth Scorchers, Becky Grundy, turut memuji etos kerja dan dedikasi Suwandewi, yang menurutnya selaras dengan nilai-nilai tim. Grundy optimistis bahwa Suwandewi akan memberikan kontribusi penting bagi Scorchers sekaligus mengembangkan keterampilannya di lingkungan kompetisi kelas dunia.

Ketua Umum PP PCI, Abhiram Singh Yadav, menyebut pencapaian Suwandewi sebagai hasil nyata dari upaya PP PCI dalam membina atlet cricket putri. Ia yakin bahwa pencapaian ini akan menginspirasi generasi muda, khususnya atlet perempuan, untuk mengejar karier di dunia cricket.

“Ini adalah awal dari perjalanan Indonesia menuju panggung global, membuktikan bahwa negara-negara berkembang pun memiliki tempat di kompetisi elit,” ujar Abhiram.

Keberhasilan Suwandewi menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, mimpi besar bisa terwujud. PP PCI berperan penting dalam mendorong pertumbuhan olahraga ini di Indonesia dan memberikan kesempatan bagi para atlet muda untuk berkembang.
Kontrak Suwandewi dengan Perth Scorchers menandai semakin terbukanya peluang bagi atlet dari negara non-tradisional cricket untuk bersaing di liga profesional dunia.

Suwandewi kini menjadi inspirasi bagi atlet muda Indonesia untuk berani bermimpi besar dan bekerja keras. Ia telah membuktikan bahwa pemain dari negara berkembang seperti Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. Keberhasilan ini diharapkan akan mendorong lebih banyak atlet muda mengikuti jejaknya dan memperkuat posisi Indonesia di kancah olahraga global. ***

wwwwww