Terkait Penyelesaian Dualisme Organisasi Olahraga, Taufik Hidayat: Masih Digodok
![]() |
| Wamenpora Taufik Hidayat. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
“Masih digodok,” kata Taufik Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Dualisme organisasi olahraga, kata Taufik Hidayat, harus diselesaikan karena terkait dengan nasib atlet. “Insha Allah kami juga ditugaskan terkait ada cabor yang dualisme dan sebagainya, kan ujung-ujungnya atletnya yang rugi. Tapi, apapun yang saya lakukan akan izin Pak Menteri untuk olahraga lebih baik lagi,” tegasnya.
Seperti diketahui dualisme organisasi terjadi di cabang olahraga tenis meja sejak tahun 2011. Yakni, Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) di bawah kepemimpinan Pieter Layardi dan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) di bawah kepemimpinan Oegroseno.
Hal yang sama juga terjadi pada cabang olahraga anggar. Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) di bawah kepemimpinan Agus Suparmanto dan PB IKASI di bawah kepemimpinan Amir Yanto.
Sebelumnya, Mepora Dito Ariotedji menyebutkan akan ada pembentukan organisasi baru sebagai induk utama dari cabang olahraga tenis meja di Indonesia untuk menuntaskannya. Sedangkan dualisme cabang olahraga anggar, Menpora Dito menyebut akan ada Musyawarah Nasional (Munas).
Seperti diketahui dualisme dalam kepengurusan PTMSI sudah mencuat ke permukaan sejak tahun 2011 lalu. Persoalan yang tak tuntas hingga 13 tahun ini menimbulkan dampak negatif terhadap pembinaan atlet cabor tenis meja.
Selain dampak pembinaan, permasalah ini membuat cabang olahraga tenis meja sempat absen dalam dua edisi SEA Games, masing-masing pada tahun 2019 dan 2021. Cabor itu kemudian baru kembali tampil di ajang SEA Games 2023 Kamboja.
Menpora Dito memastikan bahwa masing-masing pimpinan pun sudah menemuinya dan sepakat untuk membentuk federasi baru. "Nantinya dalam pembentukannya, kita mengedepankan stakeholders, bagaimana klub-klub itu kita libatkan dan juga seluruh potensi di daerah. Persoalan tidak sampai ke proses arbitrasi atau sengketa [lebih lanjut]," ujarnya.
Menpora Dito sebelumnya sempat mengundang kedua ketua umum ke rumahnya pada tahun 2023 lalu sebelum tenis meja kembali berlomba di SEA Games.
Dalam pertemuan itu, mereka membahas normalisasi federasi tenis meja Indonesia yang dilaksanakan sesuai peraturan berlaku untuk mengakhiri sengkata panjang tersebut.
Selain tenis meja dan anggar, ada tiga organisasi olahraga lainnya yang dualisme. Yakni, Federasi Kempo Indonesia (FKI) di bawah kepemimpinan Yasona Laoly yang menjadi anggota KOI dengan Pengurus Besar Persaudaraan Kempo Indonesia (PB Perkemi) pimpinan Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadi yang menjadi anggota KONI, Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mix Martial Art (IBCA MMA) yang dipimpin Marsekal Muda I Made Susila Adnyana yang menjadi anggota KONI dengan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Tarung Campuran (PP Pertacami) pimpinan Tommy Paulus Hermawan yang menjadi anggota KOI. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













