Kalah di Babak Kedua Kejuaraan Dunia Catur Remaja 2024, Adit: Saya Terlalu Nafsu
![]() |
| IM Aditya Bagus Arfan saat kalah dari Garzon (Foto: Kristianus Liem). |
Penulis: Azhari Nasution
Adit menyerah di langkah 51 pertahanan Caro-Kann. Sebetulnya, secara teknik Adit lebih baik, tetapi secara mental kalah. Jadi sampai langkah 29 Adit berhasil unggul satu bidak bersih. Artinya tidak ada kompensasi serangan dari lawan.
Tapi justru di sini lah awal mula kejatuhan Adit. Seharusnya bertahan satu langkah dulu dengan 30...Rf7 baru kemudian melanjutkan serangan 31....Bc8. Adit justru langsung menyerang lagi dengan 30...Bc8. Disusul langkah agresif 31...b5 dan 32...Bcxc2 yang sebetulnya lemah.
Tapi posisi masih imbang jika di langkah berikutnya Adit tidak membuat blunder 33...Bcf2?? Harusnya 33...g6 dan aktifkan raja, posisi masih imbang. Sejak blunder ini praktis Adit sudah kalah walau menyerahnya baru pada langkah 51.
"Saya nafsu mau menang cepat karena kesal dia rapi-rapikan buah catur terus," cerita Adit.
Manajer Tim Catur Indonesia Kristianus Liem dalam siaran persnya menyebutkan, memang sejak awal permainan, Adit menyaksikan Garzon punya kebiasaan suka merapikan-rapikan buah caturnya yang sebetulnya sudah rapi.
Rupanya, kata Kristianus Liem, kelakuan Garzon itu mengganggu konsentrasi Adit, dan ketika sudah mendapatkan posisi menang Adit jadi seperti ingin membalas kelakuan Garzon itu dengan cara mengalahkannya secepat-cepatnya. Padahal dalam permainan catur untuk bisa menang dibutuhkan kesabaran, ketelitian dengan urutan langkah yg benar.
“Apa boleh buat. Setiap kekalahan selalu merefleksikan pelajaran yang sangat berharga,” tutupnya. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













