Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Kalah di Babak Kedua Kejuaraan Dunia Catur Remaja 2024, Adit: Saya Terlalu Nafsu

Kalah di Babak Kedua Kejuaraan Dunia Catur Remaja 2024, Adit: Saya Terlalu Nafsu
IM Aditya Bagus Arfan saat kalah dari Garzon (Foto: Kristianus Liem).
Kamis, 31 Oktober 2024 13:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution
FLORIANOPOLIS - Pecatur Indonesia IM Aditya Bagus Arfan (2405) kandas di tangan pecatur Ekuador Christopher Leonel Garzon Zapatanga (2253) pada babak kedua Kejuaraan Dunia Catur Remaja 2024 yang berlangsung di Florianopolis, Brasil, Rabu (30/10/2024) waktu setempat.

Adit menyerah di langkah 51 pertahanan Caro-Kann. Sebetulnya, secara teknik Adit lebih baik, tetapi secara mental kalah. Jadi sampai langkah 29 Adit berhasil unggul satu bidak bersih. Artinya tidak ada kompensasi serangan dari lawan.

Tapi justru di sini lah awal mula kejatuhan Adit. Seharusnya bertahan satu langkah dulu dengan 30...Rf7 baru kemudian melanjutkan serangan 31....Bc8. Adit justru langsung menyerang lagi dengan 30...Bc8. Disusul langkah agresif 31...b5 dan 32...Bcxc2 yang sebetulnya lemah.

Tapi posisi masih imbang jika di langkah berikutnya Adit tidak membuat blunder 33...Bcf2?? Harusnya 33...g6 dan aktifkan raja, posisi masih imbang. Sejak blunder ini praktis Adit sudah kalah walau menyerahnya baru pada langkah 51.

"Saya nafsu mau menang cepat karena kesal dia rapi-rapikan buah catur terus," cerita Adit.

Manajer Tim Catur Indonesia Kristianus Liem dalam siaran persnya menyebutkan, memang sejak awal permainan, Adit menyaksikan Garzon punya kebiasaan suka merapikan-rapikan buah caturnya yang sebetulnya sudah rapi.

Rupanya, kata Kristianus Liem, kelakuan Garzon itu mengganggu konsentrasi Adit, dan ketika sudah mendapatkan posisi menang Adit jadi seperti ingin membalas kelakuan Garzon itu dengan cara mengalahkannya secepat-cepatnya. Padahal dalam permainan catur untuk bisa menang dibutuhkan kesabaran, ketelitian dengan urutan langkah yg benar.

“Apa boleh buat. Setiap kekalahan selalu merefleksikan pelajaran yang sangat berharga,” tutupnya. ***

wwwwww