Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
18 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
19 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
18 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Wasit Indonesi Pimpin Piala Dunia 2030 Jadi Target PSSI

Wasit Indonesi Pimpin Piala Dunia 2030 Jadi Target PSSI
Fariq Hitaba didampingi wasit Jimmy Napitupulu saat menjadi instruktur pada C1 Referee Refreshment Course. (PSSI)
Selasa, 05 November 2024 13:24 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BOGOR - Dalam rangkaian kegiatan C1 Referee Refreshment Course yang berlangsung di Kinasih, Bogor, Jawa Barat, 3 November 2024 lau, Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, mengungkapkan ambisi PSSI untuk mencetak wasit Indonesia yang dapat memimpin pertandingan di Piala Dunia pada 2030.

“Bukan tidak mungkin, 10 tahun ke depan, kita bisa mengidentifikasi talenta dan melanjutkan pembinaan dengan metode berkelanjutan yang sudah dirancang PSSI,” ujar Tisha.

PSSI telah mengatur jenjang karier wasit mulai dari kelas C3 sebagai tingkat terendah, yang nantinya dapat naik ke level C2 untuk bertugas di tingkat provinsi, hingga mencapai kelas C1. Saat ini, PSSI memulai rekrutmen wasit C3 dengan target usia di bawah 22 tahun.
“Kami melihat karier wasit pada umumnya mencapai puncak di usia 40 hingga 42 tahun, sehingga dengan persiapan sejak muda, mereka akan memiliki kematangan, pengalaman, dan kondisi fisik prima saat mencapai usia tersebut,” jelas Tisha.

Fariq Hitaba, instruktur teknik dalam program ini, menambahkan bahwa C1 Referee Refreshment Course kali ini mencakup beragam pelatihan, termasuk pembahasan Laws of the Game (LOTG), Video Assistant Referee (VAR), praktik lapangan, insiden offside, serta manajemen permainan.

Fariq juga menyampaikan pentingnya meningkatkan kualitas melalui tes seperti trivia test, video test, dan presentation test untuk melahirkan calon instruktur nasional.

Tisha menggarisbawahi, PSSI akan terus fokus pada pengembangan wasit nasional. “Sejak tahun lalu, kami sudah memulai program ini dengan target jelas, membangun fondasi bagi wasit Indonesia yang berpotensi memimpin di panggung dunia,” tutupnya. ***

wwwwww