Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
18 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
18 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
18 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
19 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Kemenpora Ambil Alih Pelaksanaan Seleknas Cabor Tenis Meja, Sepak Takraw, dan Tinju

Kemenpora Ambil Alih Pelaksanaan Seleknas Cabor Tenis Meja, Sepak Takraw, dan Tinju
Menpora Dito didampingi Taufik Hidayat dan Surono saat memberikan penjelasan Seleknas tiga cabor bermasalah. (Gonews.co Group)
Kamis, 08 Mei 2025 15:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengambil alih pelaksanaan Seleksi Nasional (Seleknas) tiga cabang olahraga (cabor) bermasalah untuk persiapan menghadapi SEA Games Thailand 2025. Yakni, tenis meja, sepak takraw, dan tinju.

Pengambilalihan seleknas tersebut diumumkan Menpora Dito Ariotedjo yang didampingi Wakil Menteri Taufik Hidayat dan Deputi IV Peningkatan Prestasi Olahraga Surono di Media Centre Kemenpora Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Seleknas yang akan digelar GBK Arena Senayan, Jakarta, 25-28 Mei 2025 dimulai dengan cabang olahraga tenis meja, lalu tinju dan sepak takraw. “Seleknas akan dimulai dari cabor tenis meja dan setelah itu akan dilanjutkan dengan cabor tinju dan sepaktakraw yang dijadwalkan Juni atau Juli. Nanti tanggalnya akan diumumkan,” kata Menpora Dito.

Pengambilalihan pelaksanaan seleknas itu, kata Menpora Dito, sebagai bentuk kepedulian terhadap atlet agar bisa mendapatkan pembinaan dan bisa ikut berkompetisi karena adanya kendala dalam kepengurusan tenis meja, sepak takraw dan tinju amatir. Namun, dia tidak merinci apa saja kendalanya.

“Siapa saja atlet boleh ikut seleknas. Kita tidak melihat atlet tersebut berasal dari federasi mana. Yang pasti, mereka yang terpilih akan dibina dalam pelatnas untuk dipersiapkan tampil di SEA Games Thailand 2025,” tegasnya.

Lebih jauh Menpora Dito menjelaskan, keputusan Kemenpora tetap mengirimkan atlet dari ketiga cabor tersebut karena kental budaya masyarakat Indonesia. “Kita ingin pastikan cabor tetap berkembang,” lanjutnya.

Seperti diketahui ada beberapa cabang olahraga mengalami dualisme kepengurusan seperti tenis meja, dan tinju dengan berdirinya Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) setelah Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) diberhentikan sebagai anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sesuai perintah Komite Olimpiade Internasional (IOC). Kemudian, Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) dimana adanya gugatan terhadap Ketuanya Asnawi yang terpilih untuk tiga periode,

Ketika ditanyakan sampai kapan permasahalan di induk-induk organisasi ini diselesaikan, Menpora Dito tidak memberikan jawaban. Dia hanya mengimbau seluruh pihak melepaskan ego masing-masing.

Begitu juga ketika disinggung tentang kriteria atlet yang bakal mengikuti seleknas mengingat ketiga cabor tersebut tidak pernah menggelar kejurnas. “Ya, memang mereka tidak menggelar kejurnas tetapi atlet kan harus diperhatikan. Kan, masih ada kegiatan di tingkat daerah,” jawabnya. ***

wwwwww