Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
23 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
7 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
5
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
23 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
6
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Ketum IMI Bamsoet Dorong Komunitas Otomotif Tingkatkan Ekonomi Kreatif

Ketum IMI Bamsoet Dorong Komunitas Otomotif Tingkatkan Ekonomi Kreatif
Bamsoet saat menghadiri HUT Ke-4 Komunitas Jeep JK Owners Indonesia. (IMI Pusat)
Minggu, 13 Juli 2025 21:01 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengajak komunitas otomotif menjadi simpul penggerak ekosistem otomotif nasional.

Tidak hanya membangkitkan gairah industri, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif, UMKM, dan pembangunan karakter kebangsaan. Komunitas seperti JK Owners Indonesia yang kini memasuki usia ke-4, menjadi salah satu bukti bahwa kekuatan sosial dalam dunia otomotif mampu menjelma menjadi kekuatan strategis bangsa.

"Ulang tahun ke-4 JK Owners Indonesia bukan hanya pengingat waktu, tetapi bukti kontribusi. Bahwa dalam empat tahun, sebuah komunitas dapat menjadi pelaku aktif dalam membentuk wajah baru otomotif Indonesia yang lebih inklusif, lebih kreatif, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat," ujar Bamsoet saat menghadiri Perayaan HUT ke-4 Komunitas Jeep JK Owners Indonesia di Jakarta, Minggu (13/7/25).

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menuturkan, komunitas otomotif dapat berkontribusi mengubah stigma negatif terhadap kendaraan hobi. Selama ini, kegiatan off-road atau modifikasi kerap dianggap tidak sesuai standar keselamatan atau hanya gaya hidup hedon. Padahal, dengan adanya regulasi seperti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2023 tentang modifikasi kendaraan, komunitas otomotif dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan keamanan berkendara dan standardisasi modifikasi yang legal dan berkelanjutan.

"Lebih dari sekadar motorisasi, komunitas otomotif adalah representasi dari semangat gotong royong dalam semangat modernitas. Mereka membuktikan bahwa cinta terhadap kendaraan bisa dikonversi menjadi kekuatan ekonomi, budaya, dan sosial. Dalam dunia otomotif yang semakin digital dan terhubung, komunitas menjadi jembatan antara produsen dan konsumen, antara regulasi dan realitas di lapangan," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menjelaskan dalam empat tahun terakhir, geliat komunitas otomotif mengalami peningkatan signifikan, seiring dengan tumbuhnya pasar kendaraan hobi seperti SUV, off-road, dan kendaraan modifikasi. Data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menyebutkan bahwa hingga kuartal I 2025, penjualan kendaraan SUV menyumbang hampir 26% dari total pasar otomotif nasional. Peningkatan ini tidak lepas dari peran komunitas otomotif sebagai duta tidak resmi yang memperkenalkan gaya hidup, memberikan edukasi teknis, hingga mendorong minat beli melalui testimoni pengalaman nyata.

"Secara ekonomi, komunitas otomotif adalah pembuka ruang bagi industri kreatif. Menurut data Perkumpulan Pengusaha Aksesoris Mobil Indonesia (PAHAMI), pasar modifikasi kendaraan tumbuh rata-rata 12% per tahun sejak 2022, dan menyumbang nilai ekonomi lebih dari Rp 3 triliun pada tahun 2024. Pertumbuhan ini tidak bisa dilepaskan dari kegiatan komunitas otomotif yang mendorong tren, mempopulerkan gaya, dan memberikan ruang eksperimen bagi para pelaku bengkel dan modifikator lokal," pungkasnya. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Non Olympic, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww