Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
21 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
21 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Chelsea Balas Cemoohan dengan Trofi Dunia, Maresca Antar The Blues ke Puncak

Chelsea Balas Cemoohan dengan Trofi Dunia, Maresca Antar The Blues ke Puncak
Selasa, 15 Juli 2025 06:09 WIB

JAKARTA – Chelsea resmi membungkam semua kritik. Setelah musim lalu dicemooh sebagai skuad mahal yang gagal, kini The Blues berdiri sebagai juara dunia usai menaklukkan Paris Saint-Germain 3-0 di final Piala Dunia Antarklub 2025.

Tahun lalu, mereka dijuluki “billion-pound bottle-jobs” oleh Gary Neville setelah kalah dari Liverpool di final Piala Liga Inggris. Skuad bertabur pemain muda yang mahal saat itu dinilai tak mampu menunjukkan tajinya di bawah asuhan Mauricio Pochettino.

Namun semua berubah sejak Enzo Maresca mengambil alih kursi pelatih. Ia melakukan perombakan besar: memangkas skuad gemuk, memilih pemain kunci, dan membentuk tim inti yang solid. Nama-nama seperti Enzo Fernandez, Cole Palmer, Moises Caicedo, Pedro Neto, dan Marc Cucurella jadi tulang punggung kebangkitan Chelsea.

Di bawah kendali Maresca, Chelsea kembali menemukan arah. Mereka menutup musim dengan finis di empat besar Premier League, menjuarai UEFA Conference League, dan kemudian mencetak sejarah di panggung dunia.

Final Piala Dunia Antarklub melawan PSG menjadi bukti kesempurnaan transisi Chelsea: menang meyakinkan 3-0 lewat permainan yang rapi dan penuh disiplin. Maresca membawa tim ini dari titik kelam ke sorotan global.

Meski masih dikenal sebagai tim dengan belanja besar — musim panas ini saja menghabiskan £198 juta — kali ini Chelsea membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim kaya. Mereka adalah tim juara. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:sport.detik.com
Kategori:Sepakbola, Basket
wwwwww