Salah Sasaran! BMW Diamuk Massa Saat Demo, Sopir Remaja Dievakuasi
![]() |
JAKARTA – Amarah massa yang memuncak pada aksi demonstrasi di sekitar Polda Metro Jaya, Jumat malam (29/8/2025), sempat salah sasaran. Sebuah mobil mewah BMW yang melintas di bawah Jembatan Semanggi tiba-tiba menjadi pelampiasan kemarahan, setelah diduga ditumpangi pejabat.
Sekitar pukul 19.40 WIB, kerumunan demonstran menghentikan laju mobil tersebut. Suasana langsung ricuh. Kaca depan dan samping mobil pecah akibat hantaman massa yang berteriak-teriak. Dari kejauhan, teriakan “tinggalin-tinggalin” terdengar keras, memaksa pengendara untuk keluar.
Namun ternyata, dugaan massa keliru. Mobil tersebut bukan ditumpangi pejabat, melainkan dikendarai oleh seorang sopir muda yang masih berusia remaja. Begitu identitas pengemudi diketahui, sebagian demonstran buru-buru menenangkan massa lain agar tidak bertindak lebih jauh.
“Woy udah woy, jangan!” teriak seorang demonstran mencoba melerai.
Remaja sopir itu akhirnya berhasil dievakuasi ke tempat aman, meski wajahnya terlihat panik dan ketakutan. Mobil BMW yang ditinggalkan tampak rusak parah di bagian kaca dan bodinya.
Sementara itu, aksi di depan Polda Metro Jaya terus memanas hingga malam. Setelah sempat diguyur hujan deras, massa kembali berkumpul, membakar ban dan melemparkan kembang api hingga molotov ke arah gerbang Polda. Aparat merespons dengan tembakan gas air mata, membuat kerumunan berlarian di tengah suasana kacau.
Kemarahan publik pada aksi ini tak lepas dari tragedi sehari sebelumnya, ketika seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan tewas usai dilindas kendaraan taktis Brimob. Nama Affan kini menjadi simbol perlawanan, dan setiap momentum di jalanan dipenuhi dengan emosi yang membara.
Namun peristiwa BMW di Semanggi juga menjadi pengingat: di tengah gejolak, kemarahan massa bisa salah sasaran—dan nyaris memakan korban baru yang sama sekali tak terkait. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Badminton, Metropolitan, DKI Jakarta |













