FORKABI se-Jabodetabek Deklarasi Jaga Kampung
![]() |
| FORKABI se-Jabodetabek Deklarasi Jaga Kampung. (Ist) |
Sabtu, 20 September 2025 14:50 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) mengadakan Deklarasi Jaga Kampung di salah satu hotel di kawasan Jakarta Barat, Sabtu (20/9/2025).
Ketua Umum DPP FORKABI, Abdul Ghoni mengatakan, semua jajaran mulai dari DPP hingga di tingkat Sub Ranting harus melakukan monitoring agar kejadian seperti beberapa waktu lalu, kerusuhan, tindakan anarkisme hingga kriminal tidak kembali terulang.
"FORKABI sebagai Ormas dengan kearifan lokal harus bisa menjaga kampungnya. Jangan sampai ada orang-orang, khususnya dari luar yang ingin merusak keamanan dan suasana kondusif di kampung kita," kata Ghoni.
Ghoni menjelaskan, Jakarta adalah kota multietnis, multiagama yang harus kita hormati dan jaga persatuannya. Jaga Kampung ini merupakan implementasi nyata #JagaJakarta yang digaungkan Gunernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
"Jangan sampai kampung kita ini diacak-acak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, memecah belah persaudaraan kita. Tidak kalah penting, kita jangan mudah diadu domba," tegasnya.
Ia meminta seluruh jajaran FORKABI se-Jabodetabek yang berjumlah 190.000 orang untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan penegak hukum agar Jaga Kampung ini bisa berjalan optimal. Kemudian, menyampaikan hasil Deklarasi Jaga Kampung ini kepada seluruh anggota, keluarga, dan warga di lingkungan tempat tinggal.
"Tingkatkan kewaspadaan dan lakukan deteksi dini potensi gangguan keamanan, ketertiban, dan ketentraman masyarakat. Koordinasikan segera dengan instansi terkait jika ada potensi gangguan itu," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP FORKABI, Syarif Hidayatullah mengingatkan agar setiap aksi penyampaian pendapat atau unjuk rasa sebagai bagian dari demokrasi agar dilakukan dengan baik, tanpa perlu tindakan anarkistis.
"Penyampaian pendapat di muka umum dilindungi Undang Undang, tapi harus juga dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Tidak berbuat kerusuhan dan merusak, apalagi fasilitas umum," bebernya.
Ia juga mengajak warga Betawi, khususnya generasi muda untuk menghindari dan dapat mencegah tawuran hingga narkoba.
"Tawuran bukan menjadi budaya orang Betawi. Jangan sampai ada tawuran, kita yang ada di FORKABI harus bisa mencegah atau melerai jika ada konflik. Utamakan dialog dalam menyelesaikan masalah," pungkas Syarif. ***
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |












