Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
21 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Hiburan

Bruce Springsteen Rilis Lagu Protes Anti-ICE, Soroti Kematian Warga di Minneapolis

Bruce Springsteen Rilis Lagu Protes Anti-ICE, Soroti Kematian Warga di Minneapolis
Bruce Springsteen. (Instagram)
Kamis, 29 Januari 2026 19:50 WIB
Penulis: Mambang Yazid

JAKARTA - Musisi legendaris Amerika Serikat, Bruce Springsteen, merilis lagu baru berjudul Streets of Minneapolis sebagai bentuk protes terhadap operasi Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Lagu tersebut dirilis pada Rabu 28 Januari 2026 dan terinspirasi dari tewasnya dua warga, Renee Good dan Alex Pretti, dalam insiden terpisah yang melibatkan aparat ICE di Minneapolis sepanjang Januari ini.

Dalam pernyataan resminya, Bruce Springsteen mengatakan lagu itu ditulis pada Sabtu 24 Januari, direkam sehari setelahnya, dan langsung dirilis sebagai respons atas apa yang ia sebut sebagai “teror negara” di kota Minneapolis. Lagu tersebut ia dedikasikan untuk warga Minneapolis, komunitas imigran, serta untuk mengenang Alex Pretti dan Renee Good.

Lewat liriknya, Streets of Minneapolis menggambarkan situasi mencekam di kota tersebut, termasuk kritik keras terhadap ICE yang disebut sebagai “tentara pribadi Presiden Donald Trump” di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Bruce Springsteen secara langsung menyebut nama kedua korban dalam lagunya, menegaskan pesan kemanusiaan dan kritik terhadap kekerasan yang terjadi. Ia juga kembali menunjukkan sikap kerasnya terhadap Presiden Trump dan kebijakan ICE.

Dalam sebuah penampilan panggung di New Jersey baru-baru ini, Bruce Springsteen secara terbuka menyerukan agar ICE angkat kaki dari Minneapolis. Ia menilai kehadiran aparat federal bersenjata lengkap di kota tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap nilai demokrasi dan hak warga negara.

Sikap kritis Bruce Springsteen terhadap pemerintahan Donald Trump bukanlah hal baru. Dalam konsernya di Manchester tahun lalu, pelantun Born in the U.S.A. itu juga menyebut pemerintahan Trump sebagai korup, tidak kompeten, dan mengkhianati nilai-nilai demokrasi Amerika Serikat. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Hiburan, DKI Jakarta
wwwwww