Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Rencana Eksekusi Kebijakan Baru Perkuat Nilai Rupiah

Rencana Eksekusi Kebijakan Baru Perkuat Nilai Rupiah
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Sabtu, 23 Mei 2026 07:37 WIB

JAKARTA - Keperkasaan nilai tukar rupiah yang ditargetkan menyentuh level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat terus diupayakan pemerintah. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan aksi nyata yang akan langsung diterapkan pekan depan untuk mencapai sasaran tersebut.

Langkah krusial yang ditempuh adalah membendung pelarian modal ke luar negeri dengan menahan devisa hasil perdagangan internasional. Sinergi kebijakan ini menyasar komoditas unggulan seperti batu bara dan kelapa sawit agar valas tetap terparkir di domestik.

"Minggu depan akan ada action dari saya untuk memperkuat nilai tukar. Nanti kalau itu mulai berjalan, kan hasil devisanya nggak lari ke mana-mana tuh dari ekspor batu bara, ekspor CPO juga akan tinggal di sini. DHE juga," papar Purbaya, Jumat (22/5/2026).

Struktur moneter diproyeksikan menguat secara menyeluruh ketika aturan baru mengenai pengetatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) mulai beroperasi bulan depan.

"DHE hasil ekspor yang mulai dijalankan lagi yang baru kan Juni, itu akan memperkuat semuanya. Itu mungkin," sambungnya.

Secara teknis fiskal, kementerian memastikan stabilitas pasar surat utang (bond) tetap terjaga ketat. Tren penurunan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) menandakan harga obligasi semakin stabil dan mahal, yang sukses memikat masuknya modal asing meskipun pasar global dibayangi sentimen negatif.

"Ya, kita pakai doa yang kedua. Sudah, apa lagi? Kita sudah masuk ke bond kan. Bond-nya kan turun kan? Yield-nya kan turun, kan walaupun ada apa-apa. Asing masih banyak masuk juga bareng kita," jelasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Voli, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww