Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Basket

Saudi Desak AS Tunda Ketegangan Militer dengan Iran demi Kelancaran Haji

Saudi Desak AS Tunda Ketegangan Militer dengan Iran demi Kelancaran Haji
Jemaah calon haji dari berbagai negara bersiap menjalankan salat Maghrib di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026) waktu setempat. (Foto: Antara)
Selasa, 26 Mei 2026 08:17 WIB

JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi mendesak Amerika Serikat untuk menghindari eskalasi militer skala besar terhadap Iran hingga pelaksanaan ibadah haji selesai. Langkah pencegahan ini diambil demi menjamin keselamatan lebih dari 1,5 juta jemaah dari berbagai negara yang akan memadati kawasan tersebut.

Laporan terkait permintaan diplomatik ini pertama kali diterbitkan CNN dan dikutip oleh media Timur Tengah, The New Arab, Senin (25/5/2026).

"Haji tahun ini diperkirakan akan dimulai 24 Mei dan berlangsung selama enam hari," tulis laporan tersebut.

Kekhawatiran Riyadh terhadap stabilitas keamanan kawasan turut didukung oleh negara-negara Teluk lainnya seperti Qatar dan Uni Emirat Arab. Mereka mendorong pemerintahan Donald Trump mengutamakan jalur diplomasi ketimbang melancarkan operasi militer yang berisiko menyulut eskalasi.

"Para pemimpin Teluk menunjukkan front persatuan dalam mendesak pemerintahan Trump untuk menahan diri, dengan musim haji menjadi bagian utama dari kekhawatiran tersebut," tambah sumber internal pejabat Teluk.

Serangan bersenjata dinilai berpotensi besar menciptakan kekacauan logistik. Otoritas setempat mencemaskan risiko telantarnya jemaah haji di berbagai negara transit apabila Iran membalas dengan menargetkan fasilitas strategis regional.

Selain faktor keselamatan, para pejabat juga mengingatkan bahwa operasi militer menjelang Idul Adha dapat memperburuk persepsi publik Muslim terhadap Washington, mengingat sebelumnya sempat terjadi serangan ke Iran saat bulan suci Ramadan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww