Saudi Desak AS Tunda Ketegangan Militer dengan Iran demi Kelancaran Haji
![]() |
| Jemaah calon haji dari berbagai negara bersiap menjalankan salat Maghrib di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026) waktu setempat. (Foto: Antara) |
JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi mendesak Amerika Serikat untuk menghindari eskalasi militer skala besar terhadap Iran hingga pelaksanaan ibadah haji selesai. Langkah pencegahan ini diambil demi menjamin keselamatan lebih dari 1,5 juta jemaah dari berbagai negara yang akan memadati kawasan tersebut.
Laporan terkait permintaan diplomatik ini pertama kali diterbitkan CNN dan dikutip oleh media Timur Tengah, The New Arab, Senin (25/5/2026).
"Haji tahun ini diperkirakan akan dimulai 24 Mei dan berlangsung selama enam hari," tulis laporan tersebut.
Kekhawatiran Riyadh terhadap stabilitas keamanan kawasan turut didukung oleh negara-negara Teluk lainnya seperti Qatar dan Uni Emirat Arab. Mereka mendorong pemerintahan Donald Trump mengutamakan jalur diplomasi ketimbang melancarkan operasi militer yang berisiko menyulut eskalasi.
"Para pemimpin Teluk menunjukkan front persatuan dalam mendesak pemerintahan Trump untuk menahan diri, dengan musim haji menjadi bagian utama dari kekhawatiran tersebut," tambah sumber internal pejabat Teluk.
Serangan bersenjata dinilai berpotensi besar menciptakan kekacauan logistik. Otoritas setempat mencemaskan risiko telantarnya jemaah haji di berbagai negara transit apabila Iran membalas dengan menargetkan fasilitas strategis regional.
Selain faktor keselamatan, para pejabat juga mengingatkan bahwa operasi militer menjelang Idul Adha dapat memperburuk persepsi publik Muslim terhadap Washington, mengingat sebelumnya sempat terjadi serangan ke Iran saat bulan suci Ramadan.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Basket |













