Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
5
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
6
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Wamensesneg Ungkap Rencana Pusat Keuangan Internasional Indonesia

Wamensesneg Ungkap Rencana Pusat Keuangan Internasional Indonesia
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
Selasa, 23 Juni 2026 13:59 WIB

JAKARTA - Pemerintah kini tengah mempercepat proses pematangan rencana pembentukan International Financial Center (IFC). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menjadikan Indonesia magnet utama bagi pelaku usaha jasa keuangan dan investor global.

Kehadiran pusat keuangan ini ditargetkan mampu mendongkrak daya saing sektor keuangan nasional di kancah dunia. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto mengonfirmasi bahwa konsep IFC masih dalam tahap penyusunan sebagai bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

"Di undang-undangnya itu disebutkan bahwa International Financial Center bertujuan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai pusat keuangan internasional," ungkap Bambang kepada wartawan di Gedung DPR, Selasa (23/6/2026).

Fokus Utama IFC

Pemerintah menempatkan IFC bukan sekadar sebagai simbol, melainkan mesin pendorong inovasi dan pendalaman pasar keuangan domestik. Target utamanya adalah menarik lebih banyak aliran modal segar.

"Menarik investasi dan pelaku usaha sektor keuangan, baik nasional maupun internasional," jelasnya.

Selain itu, pusat keuangan lintas negara ini diproyeksikan menjadi instrumen andalan pemerintah untuk menyokong berbagai proyek besar dan memperbesar kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Memfasilitasi pembiayaan sektor riil, proyek strategis nasional, pembiayaan berkelanjutan, pembiayaan iklim, pembiayaan infrastruktur, dan atau pembiayaan lainnya," papar Bambang.

Kendati rencana ini terus berjalan, skema kelembagaan secara spesifik, termasuk kemungkinan pembentukan lembaga moneter baru yang menaungi IFC, masih belum dapat dipastikan.

"Ya kita belum tahu sampai sekarang itu bagaimana," urainya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Ekonomi, KONI, DKI Jakarta
wwwwww