Pengawasan WNA di Bali Berbuah Penghargaan bagi Kepala Imigrasi Felucia Sengky
![]() |
| Kepala Imigrasi Felucia Sengky dapat penghargaan tekait pengawasan WNA. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Penghargaan itu diserahkan Chairman CT Corp Chairul Tanjung dalam ajang Anugerah Inovasi dan Kontribusi untuk Bali Nusa Tenggara 2026 di Badung belum lama ini.
Felucia menjadi salah satu figur yang mendapat apresiasi atas kontribusinya memperkuat tata kelola keimigrasian di tengah tingginya mobilitas wisatawan asing di Pulau Dewata.
Program Satgas Dharma Dewata dinilai menghadirkan pendekatan baru yang menggabungkan patroli lapangan, deteksi dini, dan kolaborasi lintas lembaga untuk menjaga kualitas pariwisata Bali.
"Pembentukan Satgas Dharma Dewata merupakan bentuk komitmen kami menjaga Bali tetap aman, tertib, dan nyaman sebagai destinasi wisata internasional," kata Felucia dalam siaran pers, Senin (6/7).
Satgas tersebut secara rutin melakukan patroli di kawasan yang menjadi pusat aktivitas wisatawan asing. Namun, pendekatan yang dibangun tidak berhenti pada penindakan pelanggaran keimigrasian.
Felucia mengatakan pengawasan harus dimulai dari langkah pencegahan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku industri pariwisata, hingga masyarakat.
"Kami memastikan pengawasan tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan sehingga potensi pelanggaran dapat diantisipasi sejak dini," ujarnya.
Menurut Felucia, peran Imigrasi di Bali kini berkembang seiring meningkatnya dinamika pariwisata internasional. Institusi keimigrasian tidak lagi sekadar mengawasi lalu lintas orang yang keluar dan masuk wilayah Indonesia, tetapi ikut menjaga ekosistem pariwisata agar tetap berkualitas.
"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mendeteksi persoalan yang melibatkan wisatawan asing sekaligus memastikan penanganannya dilakukan secara cepat dan tepat," katanya.
Penghargaan tersebut menempatkan Felucia sejajar dengan sejumlah tokoh nasional dan pejabat publik yang dinilai memberi kontribusi terhadap percepatan pembangunan di Bali dan Nusa Tenggara.
Capaian itu juga menjadi pengakuan atas transformasi Direktorat Jenderal Imigrasi dalam membangun sistem pengawasan yang lebih adaptif terhadap perkembangan sektor pariwisata.
Melalui Satgas Dharma Dewata, Imigrasi Bali berupaya menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap wisatawan mancanegara dan perlindungan terhadap ketertiban, keamanan, serta kepentingan nasional. ***












