Pram Serukan Jaga Jakarta Usai Bentrokan Matraman, Minta Warga Tak Terprovokasi
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. |
Senin, 27 Juli 2026 18:55 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas ibu kota melalui semangat "Jaga Jakarta" menyusul bentrokan dua kelompok yang terjadi di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pemuda berinisial K (23) meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Pram menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama TNI, Polri, serta melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda untuk memastikan situasi tetap aman dan mencegah konflik meluas.
"Saya sedih, berduka dengan peristiwa yang terjadi di kawasan Matraman. Saya telah menginstruksikan jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta tokoh lainnya guna menjaga situasi agar tetap berjalan dalam kondisi damai," kata Pram saat konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Senin (27/7/2026).
Pram menegaskan, penanganan kasus tersebut sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia meminta proses penyelidikan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan agar penyebab bentrokan, termasuk pihak yang bertanggung jawab, dapat diungkap secara tuntas.
Selain itu, Pram mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi maupun terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia meminta warga tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi, termasuk merusak fasilitas umum.
"Sebagai Gubernur DKI Jakarta, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berkepala dingin, tidak melakukan tindakan provokasi yang berpotensi memperluas konflik, tidak menyebarkan informasi atau disinformasi yang tidak berdasarkan fakta, dan tidak merusak fasilitas umum," ujarnya.
Menurut Pram, menjaga stabilitas keamanan bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia kembali menggaungkan semangat "Jaga Jakarta" sebagai ajakan untuk memperkuat persatuan dan menjaga ibu kota tetap aman di tengah situasi yang sensitif.
Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi antara Pemprov DKI Jakarta, TNI, dan Polri terus dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali. Berdasarkan laporan yang diterimanya, situasi di kawasan terdampak mulai berangsur kondusif dan tidak lagi memanas setelah berbagai upaya pengamanan serta penanganan disinformasi dilakukan.
"Setelah melakukan koordinasi antara TNI, Polri, dan Pemerintah DKI Jakarta, kami berupaya menjaga situasi agar tetap kondusif. Tagline Jaga Jakarta memang kita gunakan bersama. Mudah-mudahan kondisi di lapangan sekarang sudah mulai tenang dan tidak tersulut lagi oleh hal-hal yang berkembang akibat disinformasi," pungkas Pram. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













