Bawaslu RI Libatkan DPP Pemuda LIRA Perkuat Pengawasan Pemilu
![]() |
| Penandatanganan MoU Bawaslu RI dengan DPP Pemuda LIRA terkait pengawasan Pemilu. (Ist) |
Sabtu, 08 Agustus 2026 07:11 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menggandeng Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) untuk memperkuat pengawasan partisipatif menghadapi Pemilu 2029.
Melalui kerja sama tersebut, DPP Pemuda LIRA menyiapkan sekitar 1.000 pengurus yang akan dilibatkan dalam pengawasan Pemilu di 27 provinsi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas keterlibatan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, dalam mengawal proses demokrasi.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029 sekaligus upaya memperkuat pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di Badan Pengawas Pemilu RI, tapi juga akan ditindaklanjuti oleh 27 provinsi lainnya dan nanti tergantung dari kekuatan teman-teman DPP Pemuda LIRA di cabang di tingkat kabupaten kota," kata Bagja saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Bawaslu RI dan DPP Pemuda LIRA di Jakarta Selatan, Jumat, (7/8/2026).
Bagja mrnjelaskan, keterlibatan pemuda dan mahasiswa memiliki peran penting dalam memperkuat demokrasi. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pemilih, tetapi turut mengambil bagian dalam mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu.
"Kami menargetkan sebanyak-banyaknya kerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada, terutama para pemuda, mahasiswa yang kemudian akan mengawasi penyelenggaraan dan juga ikut membantu penyelenggaraan Pemilu di masa yang akan datang," ujarnya.
Ia berharap, kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti hingga tingkat daerah. Bawaslu di semua provinsi diharapkan dapat bersinergi dengan struktur Pemuda LIRA yang berada di daerah sehingga pengawasan partisipatif tidak hanya terpusat di tingkat nasional.
Bagja mengingatkan, persiapan menuju Pemilu 2029 perlu dilakukan sejak dini. Berdasarkan ketentuan Undang.Undang Nomor 7 Tahun 2017, tahapan penyelenggaraan Pemilu dimulai 20 bulan sebelum hari pemungutan suara.
"Tahapan Pemilu 2029 akan mulai berjalan pada 2027. Kerja sama ini menjadi bagian memperluas keterlibatan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, dalam mendukung pengawasan Pemilu yang demokratis, transparan, dan berintegritas," bebernya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Pemuda LIRA periode 2026-2031, Sultoni menegaskan kesiapan dalam memperkuat sinergi dengan Bawaslu hingga tingkat provinsi.
"Pada dasarnya target kami adalah bersinergi dengan Bawaslu di semua provinsi. Kami akan membantu pengawasan semaksimal mungkin agar Pemilu ini menjadi Pemilu yang bermartabat dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang hebat," ungkapnya.
Ia memastikan, sekitar 1.000 pengurus Pemuda LIRA telah disiapkan untuk mendukung pengawasan Pemilu di semua provinsi.
"Kita kurang lebih 1.000 pengurus yang akan siap membantu Bawaslu di untuk menyukseskan pengawasan Pemilu di 2029," ujarnya.
Sultoni menuturkan, kerja sama Bawaslu dan Pemuda LIRA tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pengawasan berbasis masyarakat. Pelibatan jaringan organisasi kepemudaan hingga daerah, pengawasan diharapkan dapat berlangsung lebih luas dan mendorong masyarakat turut menjaga proses Pemilu agar berjalan sesuai aturan, transparan, serta berintegritas.
"Penguatan pengawasan partisipatif juga penting untuk membangun kesadaran bahwa penyelenggaraan Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat," pungkasnya. ***













