Lahan Makam Jakarta Makin Terbatas, DPRD Minta Pemprov Optimalkan yang Ada
![]() |
| TPuU di Jakarta. (Ist). |
Rabu, 23 September 2026 17:09 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengoptimalkan lahan pemakaman yang sudah tersedia untuk mengatasi keterbatasan petak makam di Ibu Kota.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengatakan, pengadaan lahan makam baru belum masuk dalam anggaran Perubahan APBD 2026. Anggaran yang tersedia saat ini lebih diarahkan untuk pemeliharaan serta optimalisasi layanan pemakaman.
"Untuk pembelian lahan baru belum ada. Karena untuk lahan itu memang agak sulit. Waktunya juga mepet, harus dikaji ulang, ada penlok dan sebagainya," kata Yuke, dikutip Rabu (23/9/2026).
Menurut Yuke, keterbatasan waktu dan proses pengadaan membuat Pemprov DKI perlu terlebih dahulu memaksimalkan lahan pemakaman yang telah tersedia. Upaya tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan petak makam di Jakarta terus meningkat, sementara ketersediaan lahan semakin terbatas.
Optimalisasi layanan pemakaman juga dapat dilakukan dengan memastikan kebutuhan dasar bagi warga yang membutuhkan tersedia secara gratis. Kebutuhan tersebut antara lain kain kafan, peti jenazah, dan nisan.
DPRD DKI juga mendorong Pemprov memastikan kendaraan jenazah yang telah tersedia mendapatkan pemeliharaan secara optimal. Kendaraan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu pengantaran jenazah, khususnya ke wilayah yang masih terjangkau dari Jakarta.
Meski belum tersedia anggaran pengadaan lahan baru pada Perubahan APBD 2026, Yuke menegaskan kebutuhan lahan makam tetap harus menjadi perhatian dalam perencanaan anggaran berikutnya. Pengadaan dapat diprioritaskan untuk lahan yang berdekatan atau berbatasan langsung dengan kompleks pemakaman yang sudah ada.
"Yang diprioritaskan yang existing, yang menempel dengan yang existing. Itu untuk pelebaran. Kalau ada lahan yang memang menempel di situ, mungkin itu bisa jadi prioritas," ujarnya.
Selain perluasan kompleks pemakaman yang sudah ada, pengadaan lahan di wilayah pinggiran Jakarta juga dapat menjadi pilihan dengan mempertimbangkan harga tanah serta kemampuan fiskal daerah.
Sementara itu, opsi pengadaan lahan di luar Jakarta atau kawasan aglomerasi masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah daerah penyangga.
"Kita coba optimalkan dulu yang ada di Jakarta. Minimal pinggir-pinggir, tapi masih di Jakarta. Kalau memang harus ke luar daerah, pastinya nanti akan ada pembicaraan dengan daerah-daerah aglomerasi atau mungkin penyangga Jakarta," pungkas Yuke. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, SEA Games, DKI Jakarta |













