Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Voli

Serukan Tenggang Rasa, Menteri HAM Ingatkan Warga Tak Saling Rampas Hak Hidup

Serukan Tenggang Rasa, Menteri HAM Ingatkan Warga Tak Saling Rampas Hak Hidup
Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai.
Rabu, 23 September 2026 15:42 WIB

JAKARTA - Guna memelihara kerukunan di tengah keberagaman Nusantara, pemerintah kembali mengingatkan pentingnya menekan ego sektoral dan memupuk solidaritas. Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai secara khusus meminta masyarakat Indonesia untuk memperkuat hubungan antarpersonal agar keutuhan bangsa tidak terkoyak oleh konflik.

Toleransi dan rasa saling menghargai ditekankan sebagai fondasi utama dalam kehidupan bernegara. Menurutnya, harmoni sosial hanya akan terwujud bila setiap individu mampu mempraktikkan etika berbaur yang sehat dalam keseharian.

"Mari kita menjaga hubungan antarpersonal, mari kita menjaga ukhuwah, mari kita menjaga persatuan, mari kita menghormati antara satu dengan yang lain," bebernya.

Menguatkan Tepa Selira Demi Stabilitas

Upaya menjaga perdamaian di wilayah Republik Indonesia membutuhkan komitmen lintas golongan. Natalius mendorong seluruh warga untuk tidak sekadar bersimpati, melainkan mengaplikasikan nilai-nilai tepa selira saat berinteraksi di lingkungan masing-masing.

"Mari kita tepa selira, tenggang rasa antarsesama manusia, agar supaya kita jaga perdamaian di bumi Republik Indonesia," harapnya.

Terkait eskalasi pertikaian yang acap kali berujung pada tindak pidana, ia secara tegas menolak semua bentuk kekerasan fisik. Bentrokan apalagi tindakan yang menyebabkan melayangnya nyawa seseorang dinilai sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap kodrat kemanusiaan.

Nyawa Manusia Bukan Ranah Sesama Ciptaan

Menurut pejabat negara tersebut, eksistensi kehidupan manusia adalah otoritas penuh Sang Pencipta yang sama sekali tidak boleh diganggu gugat oleh siapa pun.

"Tidak boleh berantem, tidak boleh saling pukul, tidak boleh saling bunuh, apalagi menghilangkan nyawa manusia. Manusia tidak didelegasikan untuk mencabut nyawa manusia," tegasnya.

Ia menggarisbawahi bahwa Tuhan sebagai pencipta adalah satu-satunya entitas yang berhak mengambil kembali nyawa tersebut. Seruan untuk saling menghargai antarsesama warga negara ini terus didorongnya, yang bermuara pada penutupan sesi penyampaian melalui pekikan kemerdekaan yang lantang. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Voli
wwwwww