Serukan Tenggang Rasa, Menteri HAM Ingatkan Warga Tak Saling Rampas Hak Hidup
![]() |
| Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai. |
JAKARTA - Guna memelihara kerukunan di tengah keberagaman Nusantara, pemerintah kembali mengingatkan pentingnya menekan ego sektoral dan memupuk solidaritas. Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai secara khusus meminta masyarakat Indonesia untuk memperkuat hubungan antarpersonal agar keutuhan bangsa tidak terkoyak oleh konflik.
Toleransi dan rasa saling menghargai ditekankan sebagai fondasi utama dalam kehidupan bernegara. Menurutnya, harmoni sosial hanya akan terwujud bila setiap individu mampu mempraktikkan etika berbaur yang sehat dalam keseharian.
"Mari kita menjaga hubungan antarpersonal, mari kita menjaga ukhuwah, mari kita menjaga persatuan, mari kita menghormati antara satu dengan yang lain," bebernya.
Menguatkan Tepa Selira Demi Stabilitas
Upaya menjaga perdamaian di wilayah Republik Indonesia membutuhkan komitmen lintas golongan. Natalius mendorong seluruh warga untuk tidak sekadar bersimpati, melainkan mengaplikasikan nilai-nilai tepa selira saat berinteraksi di lingkungan masing-masing.
"Mari kita tepa selira, tenggang rasa antarsesama manusia, agar supaya kita jaga perdamaian di bumi Republik Indonesia," harapnya.
Terkait eskalasi pertikaian yang acap kali berujung pada tindak pidana, ia secara tegas menolak semua bentuk kekerasan fisik. Bentrokan apalagi tindakan yang menyebabkan melayangnya nyawa seseorang dinilai sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap kodrat kemanusiaan.
Nyawa Manusia Bukan Ranah Sesama Ciptaan
Menurut pejabat negara tersebut, eksistensi kehidupan manusia adalah otoritas penuh Sang Pencipta yang sama sekali tidak boleh diganggu gugat oleh siapa pun.
"Tidak boleh berantem, tidak boleh saling pukul, tidak boleh saling bunuh, apalagi menghilangkan nyawa manusia. Manusia tidak didelegasikan untuk mencabut nyawa manusia," tegasnya.
Ia menggarisbawahi bahwa Tuhan sebagai pencipta adalah satu-satunya entitas yang berhak mengambil kembali nyawa tersebut. Seruan untuk saling menghargai antarsesama warga negara ini terus didorongnya, yang bermuara pada penutupan sesi penyampaian melalui pekikan kemerdekaan yang lantang. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | metrotvnews.com |
| Kategori | : | Voli |













