Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  SEA Games

DPRD DKI Soroti Perawatan Saluran Air yang Tak Optimal Usai Dibangun

DPRD DKI Soroti Perawatan Saluran Air yang Tak Optimal Usai Dibangun
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino.
Jum'at, 25 September 2026 17:01 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengevaluasi sistem perawatan saluran air agar infrastruktur yang telah dibangun pemerintah tidak cepat kehilangan fungsinya.

‎Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mengatakan, keluhan warga menunjukkan masih adanya persoalan dalam pemeliharaan saluran air setelah pembangunan rampung.

‎
‎Sejumlah saluran kembali dipenuhi endapan lumpur dan sampah karena tidak didukung sistem perawatan yang memadai.
‎
‎"Jangan hanya membangun, tetapi pemeliharaannya juga harus diperhatikan," ujar Wibi, dikutip Jumat (25/9/2026).
‎
‎Ia mencontohkan kondisi saluran air di RW 01, Grogol Selatan, Jakarta Selatan, yang dikeluhkan warga saat kunjungan kerja dan reses. Saluran di lokasi tersebut menggunakan sistem U-Ditch, tetapi tidak dilengkapi bak kontrol untuk menahan atau menyaring sampah sebelum masuk ke saluran utama.
‎
‎Kondisi itu membuat proses pembersihan menjadi lebih sulit. Petugas harus membuka penutup U-Ditch untuk mengangkat lumpur dan sampah yang menumpuk di dalam saluran.
‎
‎"Petugas harus membuka seluruh penutup U-Ditch untuk membersihkannya," ungkap Wibi.
‎
‎Politikus Partai NasDem itu meminta Dinas SDA tidak hanya mengevaluasi kondisi saluran, tetapi juga desain dan sistem pemeliharaannya. Menurut dia, fasilitas pendukung untuk pemeriksaan dan pembersihan perlu dirancang sejak awal agar perawatan rutin dapat dilakukan dengan lebih mudah.
‎
‎"Perawatan jangan menunggu saluran penuh lumpur dan sampah," tegas Wibi.
‎
‎Wibi menilai pemeliharaan yang tidak optimal dapat mengurangi manfaat infrastruktur yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah. Karena itu, pemeriksaan dan pembersihan perlu dilakukan secara rutin untuk menjaga fungsi saluran dalam jangka panjang.
‎
‎"Jangan sampai infrastruktur yang sudah dibangun justru cepat turun fungsinya karena persoalan pemeliharaan," ucap dia.
‎
‎Selain saluran air, Wibi meminta Dinas SDA segera mengecek kondisi turap pintu air di dekat Pintu Air RW 013, Bidara Cina, Jakarta Timur. Turap di lokasi tersebut mengalami kerusakan dan dikhawatirkan semakin parah jika tidak segera ditangani.
‎
‎"SDA harus segera turun mengecek dan melakukan perbaikan," tutur dia.
‎
‎Menurut Wibi, kerusakan turap tidak boleh dibiarkan karena berpotensi mengganggu fungsi infrastruktur pengendali air sekaligus keamanan lingkungan sekitar. Ia meminta penanganan dilakukan sebelum kerusakan semakin meluas.
‎
‎"Jangan menunggu kerusakan semakin parah," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww