Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
22 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
23 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
21 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
21 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
6
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
21 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Pokémon Unite Raih Perak, CdM Todotua Apresiasi Perlawanan Sengit Lawan Jepang

Pokémon Unite Raih Perak, CdM Todotua Apresiasi Perlawanan Sengit Lawan Jepang
Tim Pokémon Unite Indonesia. (NOC Indonesia)
Minggu, 27 September 2026 23:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NAGOYA - Tim Pokémon Unite Indonesia meraih medali perak setelah kalah 1-3 dari Jepang pada laga final cabang olahraga Esports Asian Games 2026 yang digelar di Aichi Sky Expo, Jepang, Minggu (27/9/2026).

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu bersyukur atas tambahan medali dari esports. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi hasil positif karena tim Pokémon Unite Indonesia tampil di Asian Games untuk pertama kalinya dan langsung meraih medali.

“Jadi bersyukur pada hari ini, Indonesia bertambah lagi koleksi medali silver dari cabang olahraga esports. Anak-anak muda ini pertama kali bertanding langsung dapat silver di nomor Pokémon. Di final kita bertemu Jepang dan mereka sudah melakukan perlawanan yang sangat sengit, hampir emas,” ujar Todotua.

Todotua berharap medali tersebut menjadi spirit bagi atlet Indonesia yang masih akan bertanding. Ia menyebut panjat tebing dan beberapa cabang olahraga lainnya masih menjadi harapan untuk menambah medali.

“Dari Tim CdM memberikan spirit, supporting kepada teman-teman atlet yang akan bertanding. Segala hal yang nonteknis kita akan back up, sehingga mereka tetap fokus, confidence level dan spirit yang kuat,” katanya.

Sementara itu, pemain Pokémon Unite Indonesia Judha Raja Panggabean mengaku bangga dan senang bisa mempersembahkan medali bagi Indonesia.

“Kita sangat bahagia bisa menyumbangkan medali perak untuk Indonesia. Terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung kita, dari NOC Indonesia, Kemenpora, PB ESI, teman-teman atlet, head coach dan asisten coach,” ujar Judha.

Judha mengakui Jepang tampil sedikit lebih baik pada pertandingan final. Namun, ia menilai Indonesia memiliki peluang untuk memaksakan pertandingan hingga gim kelima.

“Menurut aku tadi sudah sengit banget. Dikit lagi harusnya kita bisa memenangkan game empat lalu lanjut ke game lima. Mungkin mereka satu persen lebih baik dari kita, sehingga kita kecolongan dan harus berakhir di peringkat kedua,” katanya.

Menurut Judha, pengalaman bertanding di Asian Games menjadi modal penting bagi tim untuk berkembang. “Naik panggung bertanding melawan tim dari negara lain itu pengalaman yang sangat berharga. Akan jadi tabungan buat kita, mentalnya jadi lebih baik. Ke depan kita akan lebih dewasa,” tutup Judha. ***

wwwwww