Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
22 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
22 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Petaka Infus Berujung Maut, Keluarga Pertanyakan Penyebab Kematian Taruna Asal Lhokseumawe

Petaka Infus Berujung Maut, Keluarga Pertanyakan Penyebab Kematian Taruna Asal Lhokseumawe
Jenazah Teuku Rasya Fadilah. (foto: dok. keluarga)
Senin, 28 September 2026 11:57 WIB

BANDA ACEH - Harapan Laila untuk melihat putranya sukses mengenakan seragam kebanggaan taruna seketika sirna. Anak kesayangannya, Muhammad Rasya Fadhillah (18), dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Minggu (27/9/2026), tepat ketika sedang menjalani masa orientasi di sebuah politeknik pelayaran di Aceh Besar.

Kabar kritisnya pemuda asal Kota Lhokseumawe itu pertama kali diterima keluarga pukul 14.00 WIB. Laila dan kerabat seketika memacu kendaraan menuju Banda Aceh demi melihat kondisi Rasya yang tengah terbaring di ranjang IGD.

Belum sempat rombongan keluarga tiba di rumah sakit, kabar duka menyusul dua jam berselang. Tepat pukul 16.00 WIB, pihak medis menyatakan nyawa mahasiswa baru tersebut tidak tertolong lagi.

Kabar Demam dari Teman Asrama

Kematian Rasya terasa sangat mendadak bagi keluarga, mengingat ia baru menempuh pendidikan di institusi tersebut selama satu bulan terakhir.

"Kegiatan orientasi kampus ini baru berjalan empat hari ke belakang, dan menurut jadwal akan terus dilangsungkan sampai bulan 12 mendatang," rincinya saat memberikan keterangan, Senin (28/9/2026).

Keluarga mulai mencium tanda-tanda masalah kesehatan Rasya Sabtu (26/9/2026) usai dihubungi oleh rekan asrama dan perwakilan kampus. Saat itu, korban hanya dilaporkan terserang demam biasa.

Sesak Napas dan Luka Fisik yang Menjanggal

Sebagai langkah antisipasi, Rasya mengonsumsi obat penurun panas dan meminta fasilitas medis untuk dipasangi infus. Bukannya pulih, pemberian cairan medis tersebut memicu reaksi keras pada tubuh korban.

"Waktu anak saya demam, dia sudah minum obat dan meminta diinfus sendiri. Tapi pasca-infus, situasinya memburuk drastis, tubuhnya membengkak seolah mengalami alergi parah," keluhnya.

Setibanya di RSUDZA, dokter yang menangani sempat melontarkan diagnosis sementara kepada keluarga. "Berdasarkan informasi pihak rumah sakit, penyebab utamanya diduga kuat akibat alergi obat," tambah Laila.

Namun, pihak keluarga menemukan sejumlah tanda fisik yang sulit dijelaskan. Di luar keluhan sesak napas, mereka melihat jelas adanya bekas lebam di area wajah, dada, dan beberapa titik lain di sekujur tubuh jenazah Rasya. Hingga saat ini, pihak politeknik pelayaran terkait belum merespons upaya konfirmasi dari wartawan mengenai rentetan kejadian di masa ospek tersebut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kumparan.com
Kategori:Olympic, Aceh
wwwwww