Jupiter Ingin Peran Strategis Dharma Jaya Jaga Ketahanan Pangan Diperkuat
![]() |
| Legislator Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Partai Nasdem, Ahmad Lukman Jupiter bersama Presidium LIGA Pro Jakarta, M Syaiful Jihad. |
Rabu, 30 September 2026 21:09 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Legislator Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter mendorong Perumda Dharma Jaya memperkuat peran perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan pangan di Jakarta.
Politis muda Partai Nasdem ini mengatakan, penguatan Dharma Jaya penting mengingat BUMD tersebut sudah berdiri sejak tahun 1966 dan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat Jakarta yang mencapai sekitar 10,5 juta penduduk.
"BUMD Dharma Jaya ini didirikan sejak 1966, artinya sudah 60 tahun lalu. BUMD ini memiliki peran strategis, khususnya dalam ketahanan pangan," kata Jupiter, Rabu (30/9/2026).
Jupiter menjelaskan, penguatan kelembagaan Dharma Jaya juga perlu didukung melalui perubahan bentuk badan hukum dari perusahaan umum daerah (Perumda) menjadi perseroan daerah (Perseroda). Usulan perubahan tersebut sudah disampaikan melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta.
Jupiter berharap, perubahan tersebut dapat memperkuat ruang gerak Dharma Jaya dalam mengembangkan bisnis sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap kemandirian pangan Jakarta.
"Ke depan Dharma Jaya ini bisa memberikan kontribusi yang lebih hebat lagi dalam menjaga ketahanan pangan," terangnya.
Selain penguatan kelembagaan, Jupiter menyebut, aset lahan milik Pemprov DKI Jakarta seluas sekitar 15 hektare di Ciangir, Banten dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan bisnis Dharma Jaya dari sektor hulu hingga hilir.
"Adanya kesempatan dan lahan yang begitu luas, bisa kita manfaatkan untuk ketahanan pangan dari hulu, dari penggemukan, kemudian termasuk pengiriman dan pengolahan daging, termasuk juga membangun cold storage," bebernya.
Jupiter menilai pengembangan rantai pasok tersebut penting agar kebutuhan daging di Jakarta tidak terlalu bergantung pada pasokan impor dari negara lain, seperti Australia, Brasil, dan India.
Ia juga menginginkan agar Perumda Dharma Jaya dapat menangkap peluang bisnis dari meningkatnya kebutuhan protein hewani pada program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Perumda Dharma Jaya dapat mengambil peran sebagai salah satu bagian dari rantai pasok kebutuhan protein hewani untuk program tersebut," tegasnya.
Jupiter memaparkan, keterbatasan saat ini adalah Dharma Jaya masih mengandalkan impor. Impor sapi ini digunakan untuk kebutuhan subsidi penerima bantuan pangan dari Pemprov DKI, termasuk penerima KJP yang merupakan kebijakan gubernur untuk orang-orang yang tidak mampu.
Jupiter menyampaikan, Dharma Jaya tidak hanya perlu berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pemerintah dan program sosial, tetapi juga memperluas pasar komersial.
Ia mengusulkan agar Dharma Jaya mampu menembus pasar restoran, hotel, dan kafe (Horeka) yang memiliki kebutuhan daging dalam jumlah besar.
Jupiter menyebut pasar hotel dan restoran masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap daging impor. Karena itu, menurut dia, kondisi tersebut menjadi peluang bagi Dharma Jaya untuk memperkuat bisnis sekaligus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
"Ke depan kami ingin agar BUMD memberikan inovasi sehingga bisa masuk ke restoran-restoran mewah, kemudian masuk ke hotel-hotel bintang empat maupun bintang lima. Sebab, mereka masih bergantung hampir 85 persen bahan daging itu berasal dari impor," ucapnya.
Jupiter menambahkan, pemanfaat lahan di Ciangir akan memberikan banyak manfaat, termasuk dari sisi serapan tenaga kerja.
"Ini tidak hanya terkait upaya mewujudkan kemandirian pangan Jakarta, tapi juga kontribusi nantinya dalam ikut mengatasi pengangguran," pungkasnya. ***
| Kategori | : | SEA Games, Ekonomi, DKI Jakarta |













