Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
22 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
22 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Pecahkan Rekor Asian Games, Emas Desak Made Penuhi Target Indonesia

Pecahkan Rekor Asian Games, Emas Desak Made Penuhi Target Indonesia
Atlet panjat tebing putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Kemenpora)
Rabu, 30 September 2026 20:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NAGOYA - Atlet panjat tebing putri Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi mempersembahkan medali emas keempat sekaligus memenuhi target  Kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Turun di nomor speed putri, atlet asal Bali tersebut menjadi yang tercepat usai mencatatkan waktu 6,062 detik di Nagoya International Exhibition Hall. Catatan tersebut sekaligus memecahkam rekor Asian Games atas namanya sendiri dsri sebelumnya, 6,07 detik.

Tak hanya itu, medali emas ini sekaligus menjadi yang kedua buat Desak Made di Asian Games. Sebelumnya, ia juga menjadi juara nomor speed putri pada Asian Games Hangzhou 2022.

Perjuangan Desak menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah. Perlombaan sempat mengalami kendala sistem timing yang membuat pertandingan beberapa kali tertunda. Dalam kondisi tubuh dan pikiran yang sudah siap bertanding, ia harus menunggu hingga beberapa waktu lebih lama.

“Lebih ke ikhlas saja sih tadi. Dari sebelumnya saya juga melihat catatan waktu peserta lain. Bagus-bagus, selisihnya kecil. Jadi dari awal saya mencoba manjat dengan ikhlas saja,” ujar Desak.

“Beberapa kali ada trouble yang lumayan mengganggu karena badan dan pikiran sudah siap. Tiba-tiba ditunda lima menit, kemudian lima menit lagi. Saya lebih mencoba berpikir positif dan mengalihkan pikiran,” lanjutnya.

Selain kendala teknis, Desak juga harus beradaptasi dengan format four-lane yang berbeda dari two-lane. Situasi false start pun membuat perlombaan harus diulang.

“Di sini menggunakan format four-lane, jadi fokusnya lebih tinggi dibandingkan two-lane. Seperti tadi, ketika terjadi false start, kami harus mengulang lagi,” katanya.

Menariknya, Desak mengaku sempat blank setelah melakukan panjatan karena belum mengetahui apakah dirinya menjadi pemenang. “Masih nge-blank. Saya tidak tahu siapa yang menang. Jadi saya manjat saja, sudah, manjat dengan ikhlas,” ujarnya.

Begitu mengetahui dirinya kembali meraih emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games, Desak tak kuasa menahan haru.

“Masih tidak percaya ternyata bisa sampai seperti ini. Rasanya langsung ingin menangis. Bingung juga, tapi sangat bersyukur,” kata Desak.

Ia mempersembahkan keberhasilan tersebut untuk dirinya sendiri, kedua orang tua, rekan-rekan pelatnas, seluruh tim, serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan.

“Untuk masyarakat Indonesia, terima kasih banyak atas doanya. Medali ini untuk kita semua,” ucapnya.

Emas kedua di Asian Games sekaligus rekor baru tersebut menjadi motivasi bagi Desak untuk terus meningkatkan performa. Ia berharap catatan waktunya bisa kembali dipangkas dan menjadi pijakan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

“Sekarang 6,62 detik, semoga bisa menjadi 6,05 detik. Dan ini juga menjadi loncatan untuk menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” tutup Desak. ***

wwwwww