Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Asian Games
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Dikalahkan Wakil Jepang di Semifinal, Novela/Beatrice Bersiap Merebut Perunggu

Dikalahkan Wakil Jepang di Semifinal, Novela/Beatrice Bersiap Merebut Perunggu
Pasangan ganda putri Padel Indonesia, Novela Putria/Beatrice Gumulya. (Kemenpora)
Jum'at, 02 Oktober 2026 19:09 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NAGOYA - Olahraga tak jarang menyuguhkan momen yang menguras emosi. Di balik gemuruh sorak penonton Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, Jumat (2/10/2026), ada raut lelah yang dibalut senyum ketabahan dari pasangan ganda putri Padel Indonesia, Novela Putria/Beatrice Gumulya.

Langkah pasangan ganda putri di babak semifinal nomor women’s pairs Asian Games 2026 terhenti usai berjuang menghadapi wakil tuan rumah Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto, dalam dua set langsung 0-2.

Namun, di balik angka di papan skor, ada perjuangan panjang, porsi beban di pundak, serta kebanggaan yang saling mereka tautkan satu sama lain.

Memasuki lapangan, tekanan bertanding di hadapan pendukung lawan tak dipungkiri menghadirkan karang emosi tersendiri. Di awal-awal laga, guncangan rasa frustrasi sempat hinggap ketika pukulan demi pukulan lawan sulit ditembus.

“Memang kadang-kadang lawan main lebih bagus dari kita. Bikin kita akhirnya sedikit jujur aja ada frustrasi juga di awal-awal,” ujar Beatrice selepas laga.

Namun, menyerah bukanlah pilihan yang mereka bawa dari Tanah Air. Di tengah ketertinggalan dan rasa frustrasi yang membayangi, keduanya saling menguatkan, mencoba merajut kembali harapan di setiap permainan panjang yang melelahkan.

"Tapi kita tetap berjuang sampai akhir, berusaha cari jalan gimana caranya bisa dapetin poin,” tambah Beatrice.

Senada dengan sang partner, Novela mengakui betapa beratnya laga yang menuntut stamina dan ketahanan mental luar biasa tersebut.

Pertukaran pukulan hingga puluhan kali dalam satu poin menuntut dedikasi fisik dan pikiran yang tak main-main. Belum lagi gemuruh publik tuan rumah yang kian membakar semangat lawan.

“Ya mereka main di kandang sendiri jadi ngerasa lebih bebas,” ungkap Novela.

Kendati demikian, kekalahan ini tidak mengikis apresiasi dan kehangatan di antara keduanya. Di momen paling rapuh sekalipun, Novela justru melempar rasa bangga yang mendalam untuk pasangannya.

"Apapun itu, aku udah bangga ada di sini, bangga sama Kak Bea (Beatrice) juga. Kita sudah main dengan maksimal, tapi hasil belum yang diharapkan,” tutur Novela.

Kemudian, keduanya mengalihkan konsentrasi pada laga berikutnya. Bagi Novela dan Beatrice, perjuangan belum selesai. Keduanya menegakkan kepala untuk menatap laga perebutan medali perunggu besok saat melawan wakil Filipina, Danna Abad/Josea Malazarte.

“Kita bakal fokus buat perebutan perunggu. Pokoknya kita gak mau lepas lagi,” jelas Novela.

Sementara, Wamenpora Taufik Hidayat yang menyaksikan langsung tetap mengapresiasi perjuangan Novela/Beatrice.

“Tetap semangat, besok kembali lebih kuat dan semoga bisa berhasil,” pungkas Wamenpora Taufik. ***

wwwwww