Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
22 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
22 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Marko Dugandzic Sampaikan Penyebab Kegagalan Bali United FC

Marko Dugandzic Sampaikan Penyebab Kegagalan Bali United FC
Pemain Bali United FC, Marko Dugandzic. (Ileague.id)
Sabtu, 17 Oktober 2026 19:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SEMARANG - Marko Dugandzic menilai Bali United FC kehilangan kesempatan mendapatkan hasil lebih baik saat menghadapi Java United FC pada pekan kelima Super League 2026/2027. Menurutnya, tim sempat mengendalikan pertandingan, tetapi tidak selalu menjalankan pendekatan permainan yang tepat.

Bali United harus mengakui keunggulan Java United dengan skor 2-3 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026) kemarin. 

"Ya, seperti yang dikatakan pelatih, sebagian besar jalannya pertandingan kami yang menguasai permainan. Namun, Java United memang menjalankan rencana yang tepat, dan mereka melakukannya dengan sangat baik pada akhirnya," ujar pemain asal Kroasia itu.

Bali United sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Teppe Yachida setelah tertinggal pada babak pertama. Namun, Gustavo Almeida kembali membawa Java United unggul 2-1 pada menit ke-78.

"Menurut saya, gol ketiga seharusnya tidak terjadi dalam kedudukan 2-1, kami masih punya peluang dalam pertandingan dan masih ada waktu untuk mencetak gol, tetapi gol ketiga itu terasa terlalu mudah," imbuhnya.

Dia mengatakan gol tersebut tercipta setelah Bali United harus bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah Kadek Arel. Kei Hirose kemudian memanfaatkan situasi itu untuk membawa Java United unggul 3-1.

Selain persoalan pertahanan, dia menyoroti cara Bali United membangun serangan. Menurutnya, tim terkadang justru mengikuti pola permainan yang diinginkan lawan.

"Ada beberapa momen di mana kami justru bermain mengikuti keinginan Java seperti melakukan umpan silang lambung dan hal-hal semacam itu. Padahal, saat kami mulai menyerang ke ruang kosong dan memainkan operan-operan pendek, kami mampu menciptakan lebih banyak peluang," tutur Marko Dugandzic.

Setelah Java United mencetak gol ketiga, Bali United masih berusaha memperkecil ketertinggalan. Jens Raven berhasil mencetak gol pada penghujung pertandingan, tetapi waktu yang tersisa tidak cukup bagi Serdadu Tridatu untuk menyamakan skor.

"Ya, pada akhirnya mereka yang meraih tiga poin. Kami harus belajar dari pengalaman ini dan tampil lebih baik lagi ke depannya," pungkasnya.

Untuk itu bagi Bali United, kekalahan di Semarang menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pengambilan keputusan ketika menyerang, menjaga organisasi pertahanan, dan mempertahankan konsentrasi dalam situasi sulit. Penguasaan bola saja tidak cukup apabila tidak diikuti efektivitas dan ketepatan dalam menjalankan rencana permainan. ***

wwwwww