Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Asian Games
Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026

Ni Nengah Widiasih Sumbang Medali Pertama Indonesia

Ni Nengah Widiasih Sumbang Medali Pertama Indonesia
Atlet para angkat berat Indonesia, Ni Nengah Widiasih
Senin, 19 Oktober 2026 16:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NAGOYA - Atlet para angkat berat putri Indonesia, Ni Nengah Widiasih, sukses menjadi peraih medali pertama Kontingen Indonesia dalam ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Widi, sapaan akrabnya, mendapatkan medali perunggu dari kelas 41 kilogram putri saat bertanding di Nagoya City Trade and Industry Center, Prefektur Aichi, Jepang, Senin (19/10/2026) siang.

Angkatan terbaik seberat 97 kilogram menempatkan Widi di posisi ketiga, dibawah atlet asal China, Zhe Chui dengan angkatan 120 kilogram dan wakil Kazakhstan, Tursynay Kabyl dengan angkatan 104 kilogram.

Raihan medali perunggu ini membuat Widi melanjutkan tradisi medali setiap kali turun di ajang Asian Para Games. Dalam tiga edisi sebelumnya, dari 2014, 2018 hingga 2022, Widi selalu mendapatkan medali perak.

Usahanya untuk kembali meraih medali perak cukup sulit mengingat China juga memindahkan Cui Zhe dari kelas 45 kilogram ke kelas 41 kilogram, mengikuti langkah Widi. Cui Zhe merupakan peraih medali emas kelas 45 kilogram di Asian Para Games 2022. Sementara Tursynay Kabyl merupakan peraih perak 41 kilogram putri edisi 2022 lalu.

Meski dari sisi raihan medali harus turun dari perak ke perunggu, Widi merasa sangat senang. Ia tak bisa bertanding dengan kondisi terbaik karena sempat mengalami cedera robek otot bahu dalam kejuaraan di Mesir akhir tahun lalu.

"Ini medali perunggu pertama yang saya dapatkan sepanjang keikutsertaan saya di Asian Para Games. Biasanya saya selalu memperebutkan emas dan perak," ujar Widi asal Bali saat ditemui di area mixed zone Nagoya City Trade and Industry Center.

"Kondisi saya belum pulih 100 persen karena cedera bahu. Namun, saya berusaha semaksimal mungkin menaikkan beban angkatan di setiap sesi karena ingin memperbaiki world ranking demi mengamankan tiket ke Paralimpiade Los Angeles" lanjutnya.

Selain faktor cedera, ia juga menyoroti peta persaingan di kelasnya yang kini semakin ketat dengan hadirnya deretan atlet muda.

"Sekarang di kelas saya banyak sekali atlet muda. Saya dan atlet asal China rasanya sudah seperti legenda di antara mereka. Namun, saya bersyukur masih bisa menjaga performa dan bersaing dengan atlet-atlet muda ini," katanya.

Mengenai kelanjutan kariernya, Widi mengisyaratkan bahwa edisi kali ini kemungkinan besar menjadi penampilan terakhirnya di Asian Para Games. Kendati demikian, fokus utamanya saat ini adalah memulihkan kondisi fisik bersama tim medis dan mengejar poin kualifikasi menuju Paralimpiade Los Angeles (LA) 2028. 

"Saya punya tim medis dan fisioterapis di Solo yang terus mendampingi pemulihan bahu saya. Target utama saya saat ini adalah fokus menyembuhkan cedera dan mengejar peringkat dunia agar bisa lolos ke Paralimpiade LA dua tahun lagi, yang kemungkinan akan menjadi Paralimpiade kelima sekaligus penutup karier saya," jelasa Widi.

Medali untuk Sang Ibu

Suasana wawancara mendadak emosional ketika ditanya mengenai sosok yang menjadi motivasi utamanya. Sambil menahan tangis, Widi mendedikasikan raihan medali tersebut untuk keluarga serta mendiang ibundanya.

Ia mengenang kenangan pahit dua tahun lalu saat berlaga di Paralimpiade Paris, dimana sang ibu berpulang hanya dua pekan sebelum hari pertandingan. Kehilangan tersebut sempat membuat mental bertandingnya terguncang hingga gagal membawa pulang medali.

"Waktu Paralimpiade Paris, dua minggu sebelum tanding ibu saya meninggal dunia. Mental saya hancur dan gagal mewujudkan mimpi ibu untuk mencetak hattrick medali Paralimpiade. Namun, saya berjanji pada almarhumah, di ajang kali ini saya akan membawa pulang medali untuk beliau," ungkapnya dengan suara bergetar.

"Di mana pun Ibu berada sekarang, saya yakin beliau melihat saya hari ini. I hope she is proud of me. Medali ini khusus untuk Ibu dan keluarga di rumah," tutupnya penuh haru.

Sementara itu, atlet Indonesia lainnya di nomor yang sama, Eliana, menempati posisi ke-6 dengan angkatan terbaik 80 kilogram. Adapun andalan Indonesia di nomor 49 putra, Abdul Hadi, gagal mencatatkan angkatan sah dalam tiga kali percobaan.  

Satu medali perunggu yang diraih pada hari pertama penyelenggaraan setelah upacara pembukaan kemarin ini menempatkan Indonesia untuk sementara di posisi ke-6 klasemen perolehan medali Asian Para Games 2026. ***

wwwwww