Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Basket
IBL All Indonesian 2026

Daniel Salamena dan Fhirdan Siap Buktikan Kualitas Pemain Lokal

Daniel Salamena dan Fhirdan Siap Buktikan Kualitas Pemain Lokal
Pebasket RANS Simba Bogor, Daniel Salamena dan Fhirdan dari Bogor Hornbills. (Iblindonesia)
Kamis, 22 Oktober 2026 20:56 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – IBL All Indonesian 2026 menjadi momentum penting bagi para pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi musim kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) berikutnya. 

Kesempatan tersebut ingin dimanfaatkan Daniel Salamena dari RANS Simba Bogor dan Fhirdan dari Bogor Hornbills untuk membawa permainan mereka ke level yang lebih tinggi.

Turnamen yang akan berlangsung pada 24 Oktober hingga 1 November 2026 di GOR Laga Tangkas, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi panggung bagi para pemain Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam permainan tanpa bergantung pada kehadiran pemain asing.

Bagi Daniel Salamena, IBL All Indonesian bukan sekadar ajang mengejar kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk menantang diri sendiri dan membuktikan bahwa pemain lokal memiliki kualitas untuk menjadi pemain yang lebih menentukan di lapangan.

"Sebenarnya lebih ke challenge diri sendiri, bagaimana kita sebagai pemain lokal bisa membuktikan kualitas, cara bermain, dan lebih berani mengambil keputusan. Jadi, ketika masuk musim berikutnya, kita tidak terus bergantung kepada pemain asing," ujar Daniel.

Menurutnya, keberadaan pemain asing dalam kompetisi reguler membuat sebagian besar penguasaan bola dan pengambilan keputusan kerap berada di tangan pemain impor. Karena itu, IBL All Indonesian menjadi kesempatan berharga bagi pemain lokal untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus mengembangkan kemampuan individu.

"Kalau di musim IBL kemarin, sebagian besar bola mungkin dipegang pemain asing. Jadi, melalui All Indonesian ini, tujuannya agar pemain lokal bisa lebih berkembang dan menjadi lebih baik. Pada akhirnya, ini juga untuk membuat basket Indonesia semakin maju," tambahnya.

Tidak hanya berbicara mengenai pengembangan individu, Daniel juga mengungkapkan bahwa RANS Simba Bogor tengah melakukan sejumlah perubahan untuk membangun kekuatan tim yang lebih kompetitif.

Perubahan tersebut mencakup komposisi pemain hingga jajaran pelatih. Menurut Daniel, pembenahan yang dilakukan bukan hanya untuk menghadapi IBL All Indonesian 2026, melainkan juga sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menyambut musim kompetisi berikutnya.

"Persiapan RANS sebenarnya cukup banyak. Ada perubahan roster dan juga perubahan di kursi pelatih. Kami memang mempersiapkan semuanya mulai dari All Indonesian sampai musim yang akan datang. Kami mencoba mengubah struktur tim agar bisa menjadi lebih baik," jelas Daniel.

Sementara itu, Fhirdan membawa pelajaran penting dari perjalanan Bogor Hornbills pada musim sebelumnya. Meski berhasil meraih gelar juara IBL 2026, ia menilai masih ada hal yang harus diperbaiki, terutama dalam menjaga konsistensi dan mentalitas menghadapi setiap lawan.

Menurut Fhirdan, salah satu evaluasi terbesar adalah pentingnya memberikan perhatian dan keseriusan yang sama dalam setiap pertandingan, tanpa memandang posisi maupun kekuatan lawan.

"Kalau saya pribadi, pelajaran terbesarnya adalah harus memperlakukan semua pertandingan dengan cara yang sama. Dalam perjalanan Hornbills menjadi juara kemarin, kami sempat terpeleset satu pertandingan melawan tim papan bawah," ungkap Fhirdan.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa tidak ada pertandingan yang bisa dianggap mudah. Setiap lawan memiliki peluang memberikan kejutan apabila sebuah tim kehilangan fokus atau meremehkan pertandingan.

"Ketika kami menganggap lawan sebagai tim papan bawah, ternyata tidak bisa seperti itu. Kami justru mengalami kekalahan. Jadi, evaluasi terbesar buat saya adalah semua pertandingan dan semua lawan harus diperlakukan sama," lanjutnya.

Dengan pengalaman dan evaluasi tersebut, Fhirdan ingin menjadikan IBL All Indonesian 2026 sebagai kesempatan untuk menerapkan mentalitas bertanding yang lebih konsisten.

Bagi Daniel dan Fhirdan, turnamen ini menghadirkan tantangan yang berbeda. Daniel ingin memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan keberanian dan tanggung jawab pemain lokal dalam permainan, sementara Fhirdan membawa semangat menjaga fokus serta menghormati setiap lawan.

Keduanya menjadi gambaran bagaimana IBL All Indonesian 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan antarklub, tetapi juga menjadi ruang pembuktian, evaluasi, dan pengembangan kualitas pemain basket Indonesia.

Mengusung semangat "Our Game, Our Turn", IBL All Indonesian 2026 diharapkan menjadi momentum bagi para pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat bagi masa depan bola basket nasional. ***

wwwwww