Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
23 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
24 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
24 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
5
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Andre Caldas Bicara Soal Kunci Kesuksesan Kalahkan Dewa United

Andre Caldas Bicara Soal Kunci Kesuksesan Kalahkan Dewa United
Pelatih Arema FC, Andre Caldas. (Ileague.id)
Selasa, 27 Oktober 2026 15:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MALANG - Kontestan Super League 2026/2027 dari Jawa Timur, Arema FC membuktikan bahwa penguasaan bola bukan satu-satunya penentu kemenangan dalam sepak bola. Meski pada pekan ketujuh hanya mencatat 34 persen penguasaan bola, tim mampu mengalahkan Dewa United dengan skor telak 4-0 di kandang sendiri.

Sebaliknya, Dewa United yang menguasai 66 persen bola justru gagal mencetak gol. Tim tamu juga mencatatkan 21 tembakan dengan akurasi 42 persen, sedangkan Arema melepaskan 10 tembakan dengan akurasi 56 persen.

Statistik tersebut memperlihatkan perbedaan efektivitas kedua tim. Arema tidak harus mendominasi permainan untuk menghasilkan empat gol, sementara keunggulan penguasaan bola Dewa United tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan pertama musim ini.

Pelatih interim Arema FC, Andre Caldas, mengakui timnya sempat kesulitan menghadapi tekanan pada awal pertandingan. Namun, dia meminta para pemain tidak kehilangan kendali ketika permainan belum berjalan sesuai rencana. "Kami sudah punya rencana permainan, tetapi kita tidak boleh lupa bahwa lawan kami adalah tim peringkat kedua di kompetisi ini," kata pelatih asal Brasil itu.

"Dewa United sangat kuat dan juga agresif. Namun, yang terpenting adalah jika segalanya tidak berjalan lancar dalam 5–10 menit pertama, kita tidak boleh panik atau kehilangan kendali. Kita harus tetap tenang, bersabar dan yang utama, jangan sampai kebobolan. Jika kita tidak kebobolan, situasi akan membaik. Itulah yang terjadi dalam pertandingan itu," imbuhnya.

Strategi tersebut terbukti membantu Arema melewati periode sulit. Setelah mampu bertahan dari tekanan awal, tuan rumah mulai menemukan ruang untuk melancarkan serangan balik.

Gol pembuka Morais Careca pada menit ke-30 mengubah suasana pertandingan. Arema yang sebelumnya lebih banyak bertahan mulai mendapatkan kepercayaan diri untuk mengembangkan serangan.

"10–15 menit awal memang berat. Namun, setelah itu kami mulai melancarkan serangan balik dan mampu menguasai bola di sisi lapangan. Begitulah cara kami bermain. Kemudian, Careca mencetak gol yang indah, dan jalannya pertandingan pun berubah," ujar Andre Caldas.

"Kami mulai lebih banyak menguasai bola dan lebih memegang kendali permainan. Sekali lagi, yang terpenting adalah tidak kebobolan," sambungnya.

Setelah unggul pada babak pertama, Arema semakin efektif memanfaatkan peluang. Careca mencetak gol keduanya pada menit ke-52, kemudian Samuel Otusanya menambah keunggulan pada menit ke-65. Julian Guevara melengkapi kemenangan lewat gol pada masa tambahan waktu.

Empat gol tersebut menjadi gambaran keberhasilan Arema FC memaksimalkan peluang di tengah dominasi penguasaan bola lawan. Kini kemenangan telak ini tidak berarti tim berjuluk Singo Edan itu hanya mengandalkan pertahanan. Setelah situasi pertandingan berubah, para pemain mampu memperluas variasi serangan, termasuk melalui pergerakan pemain dari sisi lapangan.

"Setelah itu, gol kedua, ketiga, dan keempat pun tercipta sebagai konsekuensinya. Intinya, jangan panik saat keadaan tidak berjalan baik di menit-menit awal. Itu bagian dari sepak bola, terkadang kita tampil bagus, terkadang lawan yang tampil lebih baik," pungkasnya. ***

wwwwww