Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
10 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
22 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
21 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
23 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
19 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Ekonomi

‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan

‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Kolaborasi Perumda Sarana Jaya Dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta. (Ist).
Rabu, 04 November 2026 17:26 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Perumda Pembangunan Sarana Jaya memperkuat tata kelola perusahaan melalui sinergi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta. Kolaborasi ini dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas, efektivitas pengawasan, dan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

‎Kerja sama tersebut mencakup Assessment GCG, evaluasi kinerja perusahaan, dan audit investigatif. Salah satu hasilnya, Sarana Jaya memperoleh predikat 'Baik' dalam Assessment GCG Tahun Buku 2025 yang memasuki tahap Exit Meeting pada Selasa (3/11/2026).

‎
‎Direktur Utama Sarana Jaya, Bernard Yohanes mengatakan, sinergi dengan BPKP menjadi langkah penting untuk memastikan pengelolaan perusahaan berjalan profesional dan akuntabel.
‎
‎"Melalui assessment GCG, evaluasi kinerja, maupun audit investigatif, kami memperoleh perspektif independen yang menjadi landasan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan dan pengambilan keputusan bisnis," ujar Bernard.
‎
‎Ia menegaskan, perusahaan berkomitmen meningkatkan kualitas kebijakan, pengawasan internal, dan pengelolaan risiko agar seluruh kegiatan usaha berjalan transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
‎
‎Ketua Dewan Pengawas Sarana Jaya, Nurfitria Farhana, mengapresiasi sinergi manajemen dengan BPKP untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan efektivitas pengawasan perusahaan.
‎
‎"Dewan Pengawas mendukung penuh langkah Direksi dalam membangun sinergi bersama BPKP. Kami memandang keterlibatan lembaga pengawasan independen menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas tata kelola, meningkatkan efektivitas pengendalian internal, serta memastikan setiap kebijakan dan keputusan perusahaan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas," ujar Nurfitria.
‎
‎Menurutnya, penerapan GCG membutuhkan komitmen bersama Dewan Pengawas, Direksi, dan seluruh jajaran perusahaan. Dewan Pengawas juga akan terus memastikan hasil evaluasi dan rekomendasi menjadi dasar peningkatan kualitas pengelolaan perusahaan.
‎
‎Sebagai BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, Sarana Jaya berkomitmen memperkuat tata kelola dan pengawasan untuk menjaga kesehatan perusahaan, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, serta mendukung pembangunan Jakarta secara berkelanjutan. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww