Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
8 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Efendi Simbolon Kritik Kebijakan Bebas Visa

Senin, 15 Februari 2016 17:22 WIB
Penulis: Syafri Ario
efendi-simbolon-kritik-kebijakan-bebas-visaEfendy Simbolon
JAKARTA- Rapat rencana pemberian visa DPR komisi Luar Negeri dan Komisi Hukum DPR dengan Mentri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan, Senin, 15 Februari 2016 menuai kritik dari anggota Dewan Efendi Simbolon.

"Tidak ada data konkret yang secara mendetail menerangkan manfaat bebas visa, pemberian visa ini lebih banyak mudharatnya," kata anggota DPR fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon saat rapat bersama di ruang rapat Badan Anggaran DPR, kepada legislatif.co, Senin (15/22016)

Perlu diketahui, pemerintah sudah memberlakukan kebijakan bebas visa kunjungan terhadap 84 negara di dunia, dengan alasan untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisata ke Indonesia.

Negara-negara yang mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan yaitu Australia, Brasil, Ukraina, Kenya, Uzbekistan, Banglades, Kamerun, Palestina, Honduras, Pakistan dan Mongolia, Sierra Leone, Uruguay, Bosnia-Herzegovina, Kosta Rika, Albania, Mozambik, Macedonia, El Salvador, Zambia, Moldova, Madagaskar, Georgia, Namibia, Kiribati, Armenia, Bolivia, Bhutan, Guatemala, Mauritania, dan Paraguay.

Menurut Effendi pemberian visa bukanlah solusi utama meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Lanjutnya, Effendi mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara tujuan kelompok teroris, namun, negara ini di sisi lain ingin membuka pintu lebar-lebar untuk wisatawan mancanegara ***

Kategori:Badminton, Voli
wwwwww