Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Komjen Anang: Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Masinton Pasaribu, MKD Belum Berkordinasi

Komjen Anang: Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Masinton Pasaribu, MKD Belum Berkordinasi
Kabareskrim Mabes Polri Komjen Anang Iskandar saat ditemui di Komisi III DPR RI (foto: Daniel)
Senin, 15 Februari 2016 16:32 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu masih dalam proses. Hal tersebut diungkapkan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Anang Iskandar.

"Kasus Masinton masih berproses di Bareskrim," katanya di Gedung DPR Jakarta, Senin (15/2/2016).

Komjen Anang kepada Legislatif.co (GoNews Group) juga mengaku, sampai saat ini Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) belum berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri.

Tapi menurutnya, kasus pelanggaran hukum dan pelanggaran etik yang diduga dilakukan Masinton Pasaribu terhadap asistenya ini, tidak bisa diproses bersama-sama. "Pada dasarnya tidak bisa diproses berbarengan. Meskipun MKD belum ada koordinasi, karena sejatinya tak ada hubungannya, antara kasus kriminal dengan kasus etika," tukas Anang.

Dua kasus tersebut menurut Komjen Anang, dari segi pembuktiannya juga berbeda."Kalau mereka mau datang ke Bareskrim yah datang saja, koordinasi kan dengan kita," pungkasnya. ***

wwwwww