Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

ILO dan Kemenaker Bahas Kerja Layak dan Berkelanjutan

Rabu, 17 Februari 2016 14:25 WIB
Penulis: Syafri Ario
ilo-dan-kemenaker-bahas-kerja-layak-dan-berkelanjutanMuhammad Hanif Dhakiri
JAKARTA- Kementrian Ketenagakerjaan Republika Indonesia dan Organisasi Perburuhan International (ILO), serta aktor-aktor ketenagakerjaan utama Indonesia, organisasi pengusaha, hari ini, Rabu (17/2/2016), di Hotel Borobudur mengkaji kebijakan-kebijakan ketenagakerjaan, menganalisis pembelajaran (lessons learned) dan mengadopsi rekomendasi kebijakan mengenai kerja layak dan pembangunan berkelanjutan.

Konferensi ini memainkan peran penting bagi Indonesia untuk memperlihatkan komitmennya terhadap pelaksanaan SDGs, khususnya tujuan 8 mengenai kerja layak dan pertumbuhan ekonomi. Konferensi ini juga merupakan kesempatan untuk memiliki agenda Indonesia bersama yang disusun oleh para aktor ketenagakerjaan di negara ini yang memberikan rekomendasi-rekomendasi kebijakan berdasarkan kebutuhan dan pengalaman Indonesia," kata Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri, kepada legislatif.co, Rabu (17/2/2016).

Konferensi dua hari ini merupakan bagian dari komitmen dan respon Indonesia terhadap tujuan Pembanguan Berkelanjutan (SDGs) 2030 yang baru diadopsi oleh para pemimpin dunia pada September 2015. Agenda ini tediri dari 17 tujuan SDGS dan sasaran-sasarannya, yang bertujuan mendorong aksi yang akan menghapus kemiskinan dan membangun dunia yang lebih berkesinambungan selama 15 tahun ke depan.

SDGS pun terfokus pada mencapai pembangunan yang berkelanjutan melalui tiga elemen - ekonomi, sosial dan lingkungan - secara seimbang dan terpadu dengan mengusung tema "Agenda Indonesia untuk SDGS menuju Kerja Layak untuk Semua".

Konferensi ini juga membahas permasalahan perburuan dan ketenagakerjaan utama untuk Indonesia, termasuk: transisi dari tujuan pembangunan milenium ke SDGs, pertumbuhan ekonomi yang inklusif menuju kerja layak untuk semua, percepatan lapangan kerja berkelanjutan, peningkatan produktivitas melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan, meningkatkan hak-hak pekerja, kebijakan pengupahan yang berkelanjutan dan perluasan jaminan sosial.

Berdasarkan data ILO, angkatan kerja di Indonesia mencapai 122 juta dengan jumlah pengangguran sekitar 7,6 juta pada 2015. Pasar kerja Indonesia terus meluas pada 2014 dan 2015, dengan pertumbuhan pada tahun-tahun belakangan ini dan berada di bawah 6 persen pada 2015 ***

Kategori:Badminton, Voli
wwwwww