Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

NasDem Menganggap Tidak Relevan dengan Adanya Pembatasan Gerak Pada Jajaran Eks Pimpinan KPK

NasDem Menganggap Tidak Relevan dengan Adanya Pembatasan Gerak Pada Jajaran Eks Pimpinan KPK
Anggota Fraksi Partai NasDem, Johnny G Plate.
Rabu, 17 Februari 2016 14:23 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Penambahan poin oleh DPR terkait pembatasan ruang gerak bagi mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam revisi UU KPK, NasDem menganggap sangat-sangat tidak relevan.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Fraksi NasDem DPR RI Johnny G Plate, Rabu (17/02/2016) di Komplek Gedung DPR RI Senayan. "Tidak relevan, karena saya tidak tahu argumentasinya. Saya pribadi juga tidak setuju dengan adanya pembatasan orang yang sudah selesai menjabat untuk bekerja di tempat lain. Itu kan hak personal yang dilindungi UUD 1945," tukasnya.

Johnny juga menjelaskan, ini baru bersifat draft awal yang dibahas pemerintah oleh Baleg yang nanti akan masuk Panja. Di Panja itu Fraksi Nasdem akan memperhatikan tidak lebih dari yang disepakati.

"Kami dari Nasdem hanya akan menyetujui empat poin dan pasal-pasal yang terkait dengan itu, tapi kita akan tetap mendukung pemerintah, jika memang revisi tersebut tidak diperlukan. Pada intinya kita tetap dari kesepakatan awal saja," tambahnya.

Badan Legislasi DPR RI sendiri, sebelumnya telah memutuskan untuk tetap melanjutkan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Ketua Baleg Supratman Andi Agtas, salah satu poin yang bakal dirubah adalah pasal 32. Dimana dalam pasal tersebut disebutkan, Pimpinan KPK yang mengundurkan diri, dilarang menduduki jabatan publik.

"Poin tersebut sempat menjadi perdebatan, bahkan poin itu yang sempat di khawatirkan kemarin saat isu tersebut berkembang di dalam Panja itu. Kekhawatirannya itu ada misalnya saja pimpinan KPK punya keinginan untuk menduduki kekuasaan yang besar, sehingga nanti ini bisa dijadikan sebagai alat politik," jelasnya. ***

wwwwww