Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
13 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
40 menit yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
26 menit yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
4
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
19 menit yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
5
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
14 menit yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
7 menit yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Olympic
Youth Olympic Games Dakar 2026

Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia

Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Atlet Triathlon putri Indonesia, Aira Martha Adistri. (NOC Indonesia)
Sabtu, 07 November 2026 21:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution
DAKAR - Atlet triathlon putri Indonesia asal Sidoarjo, Aira Martha Adistri, mendapatkan pengalaman berharga saat tampil di ajang Youth Olympic Games Dakar 2026. Dalam kompetisi yang diikuti 32 atlet tersebut, Aira berhasil finis di peringkat ke-20 dengan catatan waktu 1 jam 5 menit 53 detik (1:05:53).

Medali emas diraih oleh Kimey Casanova dari Swiss dengan catatan waktu 58 menit 58 detik. Medali perak menjadi milik Jazmin Kropko dari Hungaria dengan waktu 59 menit 19 detik, sementara medali perunggu diraih Evamaria Albert dari Estonia dengan catatan waktu 59 menit 37 detik.

Bagi Aira, penampilan di Youth Olympic Games Dakar 2026 menjadi pengalaman pertamanya merasakan atmosfer kompetisi triathlon kelas dunia. Meski harus bersaing dengan atlet-atlet dari berbagai negara yang memiliki pengalaman internasional, Aira mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari pertandingan tersebut.

“Pertandingannya seru, cukup menantang. Ini pertama kali saya ikut pertandingan kelas dunia. Cukup menyenangkan, tetapi masih banyak pembelajaran yang harus saya dapatkan,” ungkap Aira.

Selain tantangan di lintasan, Aira juga merasakan pengalaman berbeda dari atmosfer pertandingan di Dakar. Dukungan dan antusiasme masyarakat sekitar menjadi salah satu hal yang berkesan baginya.

“Suasananya seru, ramai, support-nya dari warga sekitar. Mungkin mereka sudah lebih sering menyaksikan pertandingan seperti ini,” tuturnya.

Atlet asal Sidoarjo tersebut juga menyadari bahwa para pesaingnya memiliki jam terbang lebih banyak di kompetisi internasional. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi baginya untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang lebih maksimal.

“Mereka sering bertemu di pertandingan kelas dunia. Mungkin saya masih kurang belajar dan berlatih,” ujarnya.

Dari sisi adaptasi lingkungan, Aira mengaku kondisi cuaca di Afrika tidak terlalu berbeda dengan yang biasa dirasakannya. Namun, udara yang cenderung kering membuatnya lebih cepat merasa haus selama berada di lokasi pertandingan.

“Di Afrika panasnya tidak terlalu beda, cuma saya cepat merasa haus karena suasananya kering dan lembap,” jelasnya.

Meski demikian, pengalaman ini menjadi bekal penting bagi Aira untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Ia mengakui masih perlu membangun kepercayaan diri dan meningkatkan intensitas latihan agar dapat bersaing lebih baik di level internasional.

“Saya kurang percaya diri saja. Ke depannya saya mau lebih banyak latihan,” katanya.

Sebelumnya, Aira telah menunjukkan potensinya di kancah internasional dengan meraih medali perunggu pada nomor Girls Individual Super Sprint Triathlon di Asian Youth Games Bahrain 2025. Prestasi tersebut menjadi salah satu pijakan penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet triathlon muda Indonesia.

Pengalaman di Dakar menjadi bagian dari proses pembelajaran dan perjalanan panjang Aira dalam mengejar cita-citanya. Dengan semangat untuk terus berkembang, ia menyimpan impian besar untuk suatu saat dapat tampil di panggung olahraga tertinggi dunia.

“Saya punya mimpi ke Olimpiade, semoga saja kesampaian,” tutup Aira. ***

wwwwww