Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
23 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
2
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
24 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
3
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
23 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
4
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
11 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia

Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Presiden RI ke-5, Megawati Soekarno Putri saat meresmikan Taman Bendera Pusaka. (Ist)
Sabtu, 07 November 2026 08:35 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan kembali mengharumkan nama Ibukota di kancah internasional. Taman yang merupakan integrasi Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser tersebut berhasil masuk dalam jajaran Top 40 Finalists Seoul Design Award 2026, ajang desain internasional yang tahun ini menerima 1.204 pengajuan proyek dari 91 negara.

Komisaris PT Integrasi Transit Jakarta, Budi Siswanto mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan ruang publik Jakarta mulai mendapatkan pengakuan dunia.

 
"Ini bukan sekadar penghargaan untuk sebuah taman. Taman Bendera Pusaka merupakan bagian dari legacy Pak Pramono Anung sebagai Gubenur DKI Jakarta yang sekarang mendapatkan pengakuan di kancah internasional. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Jakarta dan masyarakat Indonesia," kata Budi, Sabtu (7/11/2026).
 
Budi menjelaskan, penghargaan tersebut semakin bermakna karena Taman Bendera Pusaka tidak hanya dibangun sebagai ruang terbuka hijau (RTH), tetapi membawa pesan sejarah dan kebangsaan melalui simbol Bendera Pusaka Merah Putih.
 
Pembangunan Taman Bendera Pusaka mulai dilaksanakan pada 8 Agustus 2025, ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di kawasan Taman Langsat, Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
 
Taman seluas sekitar 5,6 hektare itu diresmikan Pram pada 14 Maret 2026 setelah tahapan pembangunan rampung. Kawasan tersebut dilengkapi jogging track sepanjang sekitar 1,2 kilometer, berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi, amphitheater, ruang komunitas, serta sejumlah elemen ekologis. Desainnya terinspirasi filosofi Sang Saka Merah Putih melalui pembagian zona merah dan putih yang dihubungkan jalur pedestrian serta jembatan.
 
"Nama Bendera Pusaka sendiri bukan sekadar nama. Ada pesan tentang persatuan, sejarah perjuangan bangsa dan bagaimana generasi sekarang memahami bahwa Indonesia dibangun melalui proses panjang. Jadi ketika masyarakat datang berolahraga, berkumpul atau berekreasi, ada nilai kebangsaan yang ikut dihadirkan," terangnya.
 
Ia memaparkan, konsep tersebut membuat Taman Bendera Pusaka memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan RTH pada umumnya. Taman tersebut menjadi ruang interaksi warga sekaligus ruang edukasi informal mengenai sejarah dan identitas kebangsaan.
 
Dalam desainnya, Taman Bendera Pusaka juga mengintegrasikan fungsi ekologis dengan aktivitas masyarakat. Berdasarkan penilaian Seoul Design Award, proyek tersebut mengubah saluran beton menjadi tepian yang dinaturalisasi dan lahan basah, sehingga fungsi pengelolaan air, pemulihan ekosistem dan ruang publik dapat berjalan secara bersamaan.
 
"Ini yang menarik, nasionalisme tidak selalu harus disampaikan melalui pidato. Tapi, bisa melalui ruang publik yang setiap hari digunakan masyarakat. Anak-anak bermain, warga berolahraga, komunitas berkegiatan, tetapi pada saat yang sama mereka berada di ruang yang membawa simbol Merah Putih dan sejarah bangsa," bebernya.
 
Budi menambahkan, pengakuan Seoul Design Award juga menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak harus mempertentangkan antara fungsi ekologis, estetika, aktivitas masyarakat, dan identitas lokal.
 
Justru, menurut Budi, Taman Bendera Pusaka memperlihatkan bahwa ruang publik dapat menjadi tempat bertemunya kepentingan lingkungan, sosial, budaya dan sejarah dalam satu kawasan.
 
"Jakarta sedang menuju usia lima abad. Kita membutuhkan warisan pembangunan yang bukan hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memiliki nilai dan dapat dikenang. Taman Bendera Pusaka bisa menjadi salah satu legacy penting menuju Jakarta lima abad," imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air (PITA) Ervan Purwanto menyebut, pencapaian tersebut sekaligus memperkuat semangat Jakarta sebagai kota global yang tidak cukup hanya memiliki gedung tinggi, pusat bisnis, dan infrastruktur modern. Tapi, juga harus mempunyai ruang publik berkualitas yang mampu memenuhi standar internasional tanpa kehilangan karakter lokal.
 
"Jakarta tidak kalah dengan kota-kota besar dunia. Pengakuan dari Seoul Design Award ini menunjukkan bahwa karya yang lahir di Jakarta mampu berdiri sejajar dan diperhitungkan dalam percaturan desain kota internasional," tegasnya.
 
Ia berharap, pencapaian Taman Bendera Pusaka dapat menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk terus menghadirkan ruang publik berkualitas yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan dengan identitas dan sejarah Jakarta.
 
"Menjelang Jakarta berusia lima abad, kita harus membangun kota yang bukan hanya nyaman ditinggali hari ini, tetapi juga meninggalkan kebanggaan bagi generasi berikutnya. Taman Bendera Pusaka memberikan contoh bahwa modernitas, lingkungan dan nasionalisme bisa berjalan bersama," pungkas Ervan.

wwwwww