Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
8 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
13 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
6 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
7 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
8 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Metropolitan

PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia

PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono menyerahkan piagam pengakuan UNESCO untuk PDS HB Jassin kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist)
Jum'at, 06 November 2026 20:03 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mencatatkan warisan sejarah dan kebudayaan Jakarta dalam panggung internasional. Koleksi Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin resmi masuk dalam Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP) Regional Register sebagai warisan dokumenter yang memiliki nilai penting bagi kawasan Asia-Pasifik.

Pengakuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian UNESCO 11th MOWCAP General Meeting and International Seminar "The World of Water" yang berlangsung pada 2-6 November 2026 di Jakarta.

 
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, upacara pembukaan digelar pada 3 November 2026 dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto. Pemprov DKI Jakarta juga menggelar jamuan makan malam penyambutan atau Welcome Dinner di Balai Kota DKI Jakarta yang dihadiri 110 delegasi dari 22 negara.
 
Pencatatan koleksi PDS HB Jassin ditandai dengan penyerahan sertifikat simbolis kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta sebagai perwakilan Pemprov DKI Jakarta. Penyerahan berlangsung di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia, Kamis (5/11/2026).
 
Koleksi yang memperoleh pengakuan tersebut berjudul "HB Jassin Literary Documentation Centre: Records of Modern Southeast Asia Literary Networking Hub". Koleksi ini merupakan bagian dari khazanah sastra modern PDS HB Jassin yang bermula dari dokumentasi pribadi sastrawan dan kritikus sastra Indonesia, Hans Bague Jassin, sejak dekade 1930-an.
 
Mencapai jumlah sekitar 9.328 item, koleksi tersebut merekam perjalanan dan perkembangan kesusastraan modern Indonesia sekaligus hubungan intelektual para sastrawan di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina.
 
Dokumentasi yang tersimpan di dalamnya mencakup korespondensi pribadi, manuskrip, dokumentasi kegiatan kesusastraan, kliping surat kabar, karya penelitian, hingga rekaman audio. 
 
Beragam koleksi tersebut menjadi sumber autentik untuk melihat pertukaran gagasan, hubungan profesional, serta jejaring kebudayaan yang berkembang di antara para sastrawan lintas negara.
 
Sertifikat MOWCAP secara resmi kemudian diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (6/11/2026)
 
Pramono menyambut baik pencapaian tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta serta seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga pengakuan tersebut berhasil diraih.
 
Melalui pencapaian ini, Pram berharap, PDS HB Jassin semakin berkembang sebagai pusat dokumentasi, penelitian, dan kolaborasi kesusastraan yang memiliki jangkauan regional hingga internasional.
 
"Pengakuan MOWCAP juga diharapkan semakin memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian arsip dan dokumentasi sebagai sumber pengetahuan, identitas, serta bukti perjalanan peradaban. Ini menjadi salah satu kado indah lima abad Jakarta," kata Pram.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono mengatakan, pengakuan tersebut menjadi bukti komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga dan mengembangkan warisan sejarah serta kebudayaan melalui pengelolaan dokumentasi secara berkelanjutan.
 
Pengakuan ini menunjukkan bahwa Jakarta memiliki warisan dokumenter yang tidak hanya penting bagi masyarakatnya sendiri, tetapi juga memiliki nilai dan relevansi bagi masyarakat internasional. 
 
"Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menjaga memori kolektif, merawat warisan sejarah, serta memastikan bahwa kekayaan pengetahuan dan kebudayaan yang tersimpan dalam arsip dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang dan mendatang," bebernya.
 
Menurutnya, pelestarian warisan budaya merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem Galleries, Libraries, Archives, and Museums (GLAM). 
 
Perpustakaan, museum, galeri, dan lembaga kearsipan memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga, mengembangkan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan memori kolektif.
 
"Upaya pelestarian tidak dapat hanya bergantung pada institusi pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga ingatan kolektif kota. Kami mendorong masyarakat Jakarta untuk terus membangun diskusi, pertukaran gagasan, dan wacana mengenai sejarah serta kebudayaan," terangnya.
 
Ia mengajak masyarakat yang memiliki surat, foto, manuskrip, catatan, atau dokumen lain yang dipandang memiliki nilai sejarah untuk berkonsultasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. 
 
"Perlu upaya agar nilai informasi dalam dokumen dapat ditelusuri dan, apabila memenuhi persyaratan, memperoleh penanganan serta pelestarian yang tepat," ungkapnya.
 
Ia memaparkan, pencatatan dalam MOWCAP Regional Register ini sekaligus melanjutkan pengakuan yang sebelumnya diperoleh PDS HB Jassin sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa (MKB) pada 2025.
 
"Kedua pengakuan tersebut mempertegas nilai penting dokumentasi sastra HB Jassin, tidak hanya dalam merekam perjalanan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga dalam menggambarkan keterhubungan intelektual dan kebudayaan masyarakat Asia Tenggara," pungkasnya. ***

wwwwww