Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
22 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
9 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
22 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
4 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional

Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Jum'at, 06 November 2026 15:41 WIB

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematangkan skema hilirisasi mineral kritis untuk menopang kebutuhan rantai pasok global. Melalui Forum Energi Indonesia-Korea ke-16 di Bali pada Rabu (28/10/2026), pemerintah bersama holding industri pertambangan MIND ID mendorong percepatan pengolahan bauksit, tembaga, dan timah. Langkah ini diambil agar ekosistem industri nasional tidak semata-mata bergantung pada komoditas nikel.

Diversifikasi Bahan Baku Manufaktur

Koordinator Kerja Sama dan Investasi Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Yan Abrar menerangkan, Indonesia menyimpan cadangan mineral yang sangat bervariasi. Ia mengarahkan agar seluruh komoditas tersebut dikelola hingga tahap penciptaan material maju serta perakitan manufaktur, bukan sebatas ekspor bahan mentah.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM hingga September 2026, produksi bijih nikel memang mendominasi dengan capaian 225,3 juta ton. Kendati demikian, angka produksi komoditas lain juga tergolong masif, meliputi 114,9 juta ton bijih tembaga, 23,43 juta ton bijih bauksit, serta 57,24 ribu ton bijih timah.

Komoditas pendamping ini memiliki peruntukan spesifik dalam memajukan industri masa depan. Bauksit diproyeksikan untuk menyokong kebutuhan alumina dan aluminium, tembaga dialokasikan bagi jaringan kelistrikan, sementara timah diserap untuk memproduksi komponen elektronik rakitan.

"Keberhasilan tidak hanya diukur dari besarnya volume mineral yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan mengolah sumber daya tersebut menjadi produk bernilai tambah," urai Department Head of Downstream & Mineral Ecosystem Energy MIND ID Novi Muharam dalam rilis tertulisnya, Jumat (6/11/2026).

Sinergi Teknologi dan Pemulihan Limbah

Lonjakan permintaan mineral kritis diprediksi terus merangkak naik menjelang tahun 2030, sejalan dengan tren kendaraan listrik, penyimpanan energi terbarukan, hingga pusat data. Merespons proyeksi tersebut, pemerintah berambisi membangun rantai operasional yang menyambungkan sektor hulu pertambangan secara langsung dengan fasilitas hilir.

Yan menambahkan, peningkatan daya saing sektor ini tidak bisa hanya berbekal peningkatan volume hasil eksploitasi tambang. Pihaknya harus memastikan kesiapan fasilitas teknologi, ketersediaan energi bersih, serta efisiensi jalur logistik agar harga jual produk akhir tetap kompetitif di pasar internasional.

Sebagai instrumen percepatan, Indonesia merajut kolaborasi teknis dengan Korea Selatan guna menyerap teknologi pengolahan serta manufaktur canggih. Kerja sama strategis ini turut menyasar optimalisasi limbah sisa operasional tambang, di mana teknologi pemulihan akan mendaur ulang sisa material menjadi bahan baku sekunder bernilai ekonomis tinggi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ekonomi
wwwwww