Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
8 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
13 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
6 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
7 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
8 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Metropolitan

KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah

KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
KMSPJ serahkan Piala Jakarta Youth Award 2026 kepada mahasiswi UNJ, Laysa Latifah. (Ist)
Jum'at, 06 November 2026 19:34 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemuda Jakarta (KMSPJ) menyerahkan piala Jakarta Youth Award (JYA) 2026 kepada mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Laysa Latifah. Atlet catur bergelar Woman Grandmaster (WGM) tersebut menerima Piala Jakarta Youth Award 2026 dalam audiensi bersama jajaran UNJ.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Ruang Rapat Wakil Rektor I, Kampus UNJ, Jakarta Timur, Jumat (6/11) sore. Piala diserahkan secara simbolis kepada Laysa dan diterima Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Dr. Ifan Iskandar, M.Hum, yang hadir mewakili Rektor UNJ Prof. Dr. Komarudin, M.Si.

 
Laysa merupakan mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ yang juga menjadi atlet catur profesional. Ia menyandang gelar WGM setelah tampil dalam Olimpiade Catur FIDE 2026.
 
Gelar tersebut menjadi pencapaian membanggakan karena saat ini hanya empat orang di Indonesia yang menyandang gelar WGM. Prestasi Laysa sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa UNJ untuk berkompetisi di tingkat internasional.
 
Jakarta Youth Award 2026 merupakan bagian dari rangkaian puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar KMSPJ. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh muda inspiratif dari berbagai bidang yang dinilai memberikan kontribusi dan prestasi bagi Jakarta serta menjadi inspirasi bagi generasi muda.
 
Dalam audiensi tersebut turut hadir Inisiator JYA sejak 2010, Firmansyah dan Syaiful Jihad; Ketua Tim Seleksi JYA 2026, Dr. Hadi Nasbey, M.Pd; serta anggota tim seleksi, Aan Harinurdin, M.PFis.
 
Ketua Panitia Pelaksana JYA 2026, Kelik Widjonarko, didampingi Sekretaris Panitia Cecep Sulaeman mengatakan, penyerahan penghargaan tersebut merupakan bentuk dukungan moral kepada generasi muda yang telah menorehkan prestasi.
 
"Kami berharap melalui penyerahan piala ini, semangat Sumpah Pemuda dapat terus membara, dan prestasi Laysa Latifah dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional," kata Kelik.
 
Sementara itu, peraih JYA 2026, Laysa mengaku terkejut sekaligus terharu menerima penghargaan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada JYA, KMSPJ, dan UNJ yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan prestasinya di dunia catur.
 
"Penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia, khususnya melalui olahraga catur," ungkapnya.
 
Tak hanya memberikan apresiasi, UNJ juga membuka peluang kolaborasi lebih luas bersama KMSPJ. 
 
Wakil Rektor I UNJ, Prof. Dr. Ifan Iskandar memastikan, siap mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang dapat mendorong perkembangan potensi generasi muda.
 
Salah satu gagasan yang mencuat dalam audiensi tersebut adalah penyelenggaraan lomba eksebisi catur yang melibatkan Laysa dan para pecatur muda Jakarta dalam rangka menyambut Dies Natalis UNJ.
 
"Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk berkolaborasi dengan JYA. Jika memungkinkan, kami ingin menghadirkan lomba eksebisi catur yang melibatkan Laysa dan para pecatur muda Jakarta dalam perayaan Dies Natalis UNJ mendatang. Ini akan menjadi panggung inspirasi bagi generasi muda," bebernya.
 
Ia menuturkan, gagasan tersebut menjadi bagian dari komitmen UNJ untuk terus memberikan ruang bagi pengembangan bakat dan minat mahasiswa, khususnya di bidang olahraga prestasi.
 
"Kami menyambut baik kedatangan panitia dan mengapresiasi setinggi-tingginya capaian Laysa Latifah. UNJ berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bakat dan minat mahasiswa agar mampu bersaing dan mengharumkan nama universitas di kancah global," ucapnya.
 
Dia menambahkan, UNJ siap berkolaborasi dengan tim JYA, termasuk dalam merealisasikan gagasan lomba eksebisi catur pada rangkaian Dies Natalis UNJ.
 
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga mempertemukan kampus, masyarakat sipil, dan generasi muda dalam menciptakan ruang pengembangan prestasi sekaligus menginspirasi lahirnya talenta-talenta muda Jakarta," pungkasnya.
 
Untuk diketahui, Jakarta Youth Award 2026 diberikan kepada ‎Akmal Budi Yulianto, Ketua Karang Taruna DKI Jakarta; ‎Dimas Azisoko Harmoko, CEO Poskota; ‎Fathimah Azzahra, Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia; Iin Mutmainnah, Wali Kota Administrasi Jakarta Barat; dan ‎Joshua Franklin J. Oktanatama Siahaan, Ketua Umum Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) DKI Jakarta.
 
Kemudian, ‎Laysa Latifah, Woman Grandmaster (WGM) Olimpiade Catur FIDE; ‎Yayang Ruzaldy, Vice President PT ESG-IN Global Partners; ‎Yuke Yurike, Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta; ‎Yustinus Prastowo, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta; dan Zuhud Pana Graha, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta. ***

wwwwww