Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
DPR RI
23 jam yang lalu
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
2
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
3
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
4
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
DPR RI
21 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
5
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
Sepakbola
19 jam yang lalu
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
6
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Wonderful Indonesia 2016

Kementerian Pariwisata RI Bakal Hebohkan Riyadh Travel Show

Kementerian Pariwisata RI Bakal Hebohkan Riyadh Travel Show
Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timteng, Amerika dan Afrika Kemenpar, Nia Niscaya.
Sabtu, 27 Februari 2016 21:53 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tak henti-hentinya mempromosikan wisata tanah air ke berbagai negara yang berpotensi besar untuk Pariwisata Indonesia. Salah satunya pasar adalah negara Arab Saudi, yang daya belinya paling besar, USD1.750/orang dalam satu kunjungan.

"Kami akan promosikan Lombok yang sudah juara dunia untuk Halal Destination 2015, ke Arab Saudi," kata Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Mulai bulan April 2016 nanti, kata Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana, Kementerian di bawah komando Arief Yahya akan membidik pasar negara kerajaan tersebut. Bersama industri pariwisata, mereka akan melakukan pameran Riyadh Travel Show (RTS), pada tanggal 12 -15 April 2016 mendatang.

”Kami akan terus menggarap pasar Arab Saudi dengan promosi Pariwisata. RTS ini merupakan pameran untuk masyarakat umum atau publik di Arab Saudi,” ujar I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timteng, Amerika dan Afrika Kemenpar, Nia Niscaya.

Sementara itu, Nia Niscaya juga mengatakan, khusus untuk iven RTS ini pihaknya juga akan bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang sudah menyewa lahan pameran sebesar 12 Meter persegi. Sedangkan Kementerian Pariwisata menyewa lahan pameran sebesar 24 Meter persegi. ”Ini untuk pertama kalinya kami mengikuti kegiatan pameran ini, karena tahun lalu kita tidak punya anggaran untuk pameran ini,” ujar wanita berhijab asal kota Apel Malang ini.

Program ini menurutnya, merupakan usaha Kemenpar untuk terus berpromosi ke Timur Tengah khususnya Arab Saudi. "November tahun lalu kita sudah bertemu dengan 260 buyers di tiga kota, nah RTS momen kita untuk mempromosikan kepada Indonesia lebih detail ke Arab Saudi,”ujarnya.

Nia juga menambahkan, Kemenpar akan mempromosikan ke Arab Saudi dengan paket wisata great Jakarta dan semua yang berkaitan dengan wisata yang disukai oleh masyarakat Arab Saudi. "Target utamanya adalah greatJakarta, yang di dalamnya ada Puncak, Bandung, dan dikombinasikan dengan wisata Halal yang dimiliki Lombok. Kami akan genjot kepada mereka,” tukas Nia.

Arab Saudi memang bukan pengunjung yang jumlahnya besar masuk ke Indonesia, namun daya beli dan gaya hidup yang kelas atas, membuat wisatawan Arab Saudi merupakan wisatawan yang besar membelanjakan uangnya di Indonesia.

"Untuk Hotel saja, wisatawan Arab Saudi itu selalu memesan hotel atas atau bintang lima, mereka satu hari membelanjakan uangnya cukup signifikan. Tentu ini sangat berimbas positif kepada perekenomian masyarakat Indonesia," pungkasnya. (*/dnl)


wwwwww