Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
21 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
14 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
15 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
14 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton
Pesona Indonesia 2016

Festival Wonderful Indonesia Iven Terdahsyat di Perbatasan Aruk-Kalbar

Festival Wonderful Indonesia Iven Terdahsyat di Perbatasan Aruk-Kalbar
Wonderful Indonesia. (net)
Sabtu, 27 Februari 2016 22:05 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Sekitar 5.000 orang penuh sesak, memadati pentas Festival Wonderful Indonesia di pariwisata perbatasan Aruk, Sambas, Kalimantan Barat. Perbatasan Indonesia-Malaysia itupun berubah menjadi lautan manusia. Mereka berbaur, baik yang ber-KTP Indonsia maupun yang beridentitas Negeri Seberang Malaysia.

Suasana perbatasan yang titik koordinatnya sekitar 300 kilometer dari pusat Kota Pontianak itu betul-betul heboh. Pentas musik yang diprakarsai Kemenpar tersebut, benar-benar menghibur semua pendatang dan warga setempat.

Menurut pemaparan Menpar Arief Yahya, para pedagang dan usaha kecil yang ada di Aruk juga ikut mengambil peran, dan mendapatkan manfaat terbesar. Mereka pun berharap, kegiatan semacam Festival Wonderful Indonesia ini lebih sering digelar di perbatasan Aruk. "Kemenpar akan terus menggelar kegiatan di banyak titik di perbatasan, bukan hanya di Aruk, tapi juga di lokasi strategis lainnya," ungkap Menpar Arief Yahya yang terus memantau dari Jakarta.

Jika dari jumlah wisman dari Malaysia, di acara "man made" itu besar, kata Arief Yahya, itu sudah diperkirakan sebelumnya. Bukan hanya soal jumlah wisman yang berkunjung, lebih jauh dari itu event-event ini bisa men-drive ekonomi masyarakat. "Ketika banyak orang datang, demand akan tercipta, dan saya tidak khawatir dengan supplay-nya. Masyarakat pasti menemukan kreasinya sendiri untuk mengambil manfaat commecial value-nya," jelasnya.

Great Batam, yang meliputi Batam dan Bintan pun didorong lebih banyak event dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pagelaran musik hang dibungkus dengan acara Festival cukup memikat negara tetangga, Singapura dan Malaysia untuk hadir lebih banyak.

Apalagi begitu banyak artis dan musisi Indonesia yang terkenal di dua negara tetangga itu. Ada Afgan, Rossa, Raisa, Wali, Noah, dan lainnya sangat tersohor di Negeri Seberang. Bukan hanya musik yang bisa menarik banyak orang. Olahraga seperti marathon, golf, 10-K dan lainnya juga bisa menjadi cara untuk menghadirkan lebih banyak wisman di negara tetangga.

"Kesamaan budaya, keselarasan selera, antardua negara yang berdampingan, juga memperkuat sesama orang Melayu. Asumsikan, musik dan festival itu sebagai pendobrak," ujarnya.

Selebihnya, menurut Menpar, ketika sudah sering berkunjung ke Indonesia, mereka bisa lebih banyak mengeksplorasi objek wisata lain di dekat perbatasan. "Inilah yang dimaksud dengan Border Tourism," pungkas Arief. (*/dnl)

wwwwww